Kediri, IDN Times - Rumah milik warga Dusun Plumpungrejo, Desa Karangtengah, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, mengalami kerusakan parah diduga karena ledakan bubuk mercon. Bagian atap rumah yang dihuni Yasin (60) hancur karena ledakan tersebut. Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Tim Gegana dari Polda Jatim diturunkan dalam penanganan kasus tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini namun suara ledakan yang cukup keras sempat membuat warga sekitar panik.
Rumah Warga di Kediri Rusak Akibat Ledakan, Diduga Bubuk Mercon

1. Ledakan terdengar cukup kencang dan sempat membuat panik warga
Kepala Desa Karangtengah, Sukarmanto Wijaya, mengatakan peristiwa tersebut terjadi hampir tengah malam, saat warga mulai terlelap. Dia mengaku mendapat laporan dari petugas terkait adanya ledakan di wilayah tersebut dan kemudian menuju lokasi sekitar pukul 23.30 WIB. Suara ledakan terdengar sangat keras dan diduga berasal dari bahan mercon dalam jumlah besar, bahkan diperkirakan mencapai lebih dari tiga kilogram.
“Ada penghuninya, tapi usianya sudah lanjut, sekitar 60 tahun lebih. Yang punya rumah sendiri juga tidak tahu kalau ledakan itu berasal dari mana,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
2. Temukan bungkus belanja online pupuk booster tanaman kelengkeng
Polisi yang tiba di lokasi kejadian langsung melakukan sterilisasi serta olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kapolsek Kandangan, Iptu Winarto Sismowiharyo menerangkan dari hasil olah TKP polisi menemukan barang bukti berupa plastik hitam bekas paket belanja online (Shopee). Pada label pengiriman, tertera keterangan isi berupa “Pupuk Ampuh Booster Kelengkeng 100% Murni” dengan berat sekitar 3.300 gram. Diduga kuat, isi paket tersebut bukan sekadar pupuk biasa, melainkan bahan mercon yang sengaja dipesan atau dikirimkan.
Di sana tertera nama Devi Mufidah dengan alamat tujuan di wilayah Kecamatan Badas, bukan pemilik rumah yang menjadi lokasi ledakan. Petugas juga menemukan sisa-sisa bubuk mercon yang tercecer di bagian belakang rumah. Selain itu terdapat gundukan tanah yang diduga menjadi lokasi penimbunan bahan mercon. “Itu masih belum bisa teridentifikasi karena masih dalam penyelidikan. Di belakang memang ada beberapa gundukan tanah yang diduga tempat menanam bubuk mercon,” jelasnya.
3. Ringkus dua pemuda yang diduga sebagai pemilik bubuk mercon
Polisi juga lalu meringkus dua orang pemuda yang diduga terkait dengan pembelian bahan peledak tersebut. Keduanya saat ini masih dimintai keterangan di Polres Kediri. Pihak kepolisian pun kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menyimpan, memperjualbelikan, maupun menggunakan mercon karena sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan ledakan.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas penyimpanan ataupun jual beli mercon. Peristiwa ini menjadi bukti bahwa mercon sangat berbahaya,” pungkasnya.