Surabaya, IDN Times - RSUD Dr. Soetomo Surabaya membantah pasien yang meninggal dunia saat insiden kebakaran Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT), Jumat (15/5/2026), wafat akibat paparan asap kebakaran. Pihak rumah sakit menegaskan pasien memang sudah berada dalam kondisi kritis sejak awal menjalani perawatan.
Meski demikian, pihak dokter mengakui pasien sempat mengalami penurunan saturasi oksigen atau desaturasi saat kondisi darurat kebakaran terjadi di gedung tersebut.
Dokter Spesialis Bedah Jantung sekaligus penanggung jawab pasien, dr. Thomas Jatiman mengatakan pasien sebelumnya dirujuk dari rumah sakit lain dengan kondisi pendarahan aktif dan langsung menjalani operasi di RSUD Dr. Soetomo.
"Saya penanggung jawab pasien tersebut. Pasien dirujuk dari rumah sakit luar dengan pendarahan dan sudah kita lakukan operasi untuk mengatasi pendarahan tersebut dan sudah teratasi,” ujarnya saat konferensi pers.
Thomas menegaskan sejak pertama masuk rumah sakit kondisi pasien memang sudah sangat berat. Pasien bahkan bergantung pada alat bantu hidup berupa ventilator dan mesin cuci darah di ruang ICU.
"Memang kondisi pasien sejak awal memang kritis. Dan saat kejadian, pasien itu dengan penopang hidup ventilator dan juga alat untuk cuci darah,” katanya.
Ia membantah pasien meninggal karena alat medis dilepas saat proses evakuasi kebakaran berlangsung. Menurutnya, tindakan medis terhadap pasien sudah dilakukan maksimal sejak awal penanganan.
“Pasien memang sejak awal kita terima memang kondisinya kritis dan ada pendarahan aktif saat itu,” tegasnya.
Namun di tengah kondisi kritis tersebut, Thomas mengakui pasien sempat mengalami desaturasi atau penurunan kadar oksigen dalam darah sebelum akhirnya meninggal dunia.
“Dan kondisi terakhir juga kritis dan sempat juga memang ada desaturasi, artinya oksigen dalam kadar darah dalam tubuhnya memang sudah menurun,” jelasnya.
Sebelumnya, kebakaran terjadi di lantai 5 Gedung PPJT RSUD Dr. Soetomo pada Jumat pagi. Api muncul di area ruang operasi dan asap tebal merambat hingga lantai ICU di atasnya.
Ketua Tim Kerja Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Trianjaya menyebut satu pasien meninggal dunia dan satu lainnya kritis akibat terdampak asap kebakaran.
“Yang sempat kita evakuasi tadi dua orang. Yang satu kondisinya kritis, satu sudah MD,” ucapnya.
