Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260208-WA0022.jpg
Kunjungan BRUDIFA ke Situbondo. Dok. Istimewa.

Intinya sih...

  • Ribuan UMKM di Situbondo disiapkan untuk menembus pasar global melalui akses perdagangan internasional.

  • Pemkab Situbondo mempresentasikan beragam produk yang telah dikurasi untuk pasar luar negeri, termasuk kopi, hasil perikanan, daging sapi dan domba, mebel kayu, batik maronggi, dan produk makanan kemasan.

  • Situbondo mencatat realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp1 triliun, meningkat signifikan dibandingkan 2024 dan menawarkan peluang investasi skala besar.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Situbondo, IDN Times - Ribuan UMKM di Situbondo disiapkan untuk bisa menembus apaar global. Sejumlah langkah pun dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo. Salah satunya dengan membuka akses perdagangan dan investasi internasional melalui kunjungan delegasi Brunei Darussalam - Indonesia Friendship Association (BRUDIFA).

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyebut daerahnya memiliki basis produksi yang kuat untuk masuk pasar internasional. Saat ini, Situbondo tercatat memiliki 40.482 UMKM yang tersebar di 17 kecamatan, dengan komoditas utama pertanian, perikanan, industri olahan, serta kerajinan.

“Kami tidak memulai dari nol. Situbondo punya puluhan ribu UMKM, sebagian produknya sudah siap ekspor. Yang kami dorong sekarang adalah akses pasar dan kesinambungan transaksi,” ujar Rio, Minggu (8/2/2026).

Dalam forum bisnis yang digelar di Pendopo Pate Alos Besuki, Pemkab Situbondo mempresentasikan beragam produk yang telah dikurasi untuk pasar luar negeri, mulai dari kopi, hasil perikanan dan olahannya, daging sapi dan domba, mebel kayu, batik maronggi, hingga produk makanan kemasan. Beberapa komoditas tersebut telah lebih dulu menembus pasar ekspor, terutama kopi dan hasil perikanan.

Selain sektor UMKM, Situbondo juga menawarkan peluang investasi skala besar. Data Pemkab mencatat realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp1 triliun, meningkat signifikan dibandingkan 2024 sebesar Rp590 miliar atau tumbuh sekitar 66 persen. Capaian tersebut menempatkan Situbondo sebagai kabupaten dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekarkijang dan melampaui rata-rata nasional.

Delegasi BRUDIFA turut diajak meninjau sentra produksi untuk memastikan kesiapan hulu hingga hilir, seperti Sampean Green Farm di Desa Kotakan, sentra UMKM olahan ikan Dapur Sehati, serta kawasan wisata Taman Nasional Baluran. Kunjungan lapangan ini dilakukan untuk menilai kapasitas produksi, kualitas produk, dan peluang pengembangan investasi berjangka panjang.

Rio menegaskan, strategi Pemkab Situbondo saat ini tidak hanya mengejar peningkatan jumlah kunjungan investor, tetapi memastikan adanya kesinambungan pasar bagi produk lokal.

“Target kami jelas, UMKM Situbondo tidak hanya kuat di pasar domestik, tapi mampu bersaing dan berkelanjutan di pasar global,” katanya.

Perwakilan BRUDIFA, Muhammad Hafiy bin Abdullah, menyatakan ketertarikan pihaknya terhadap Situbondo karena melihat kesiapan produk dan potensi skala produksi. “Kami melihat langsung produknya, bertemu petani dan pelaku usaha. Ini bukan sekadar potensi, tapi peluang nyata untuk kerja sama dagang,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, delegasi BRUDIFA yang berjumlah sekitar 30 orang ini, terdiri atas pengusaha dan pedagang dari Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura, serta perwakilan Pemerintah Kesultanan Brunei Darussalam.

Editorial Team