Surabaya, IDN Times - Remaja perempuan di Surabaya diduga jadi korban perundungan oleh sekelompok remaja. Pemerintah Kota Surabaya pun buka suara mengenai hal ini.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) DP3APPKB Kota Surabaya, Ida Widayati, mengatakan, pihaknya telah menerima laporan resmi dari Kelurahan Tambakrejo pada awal Januari 2026. Menindaklanjuti laporan tersebut, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) langsung melakukan respons cepat.
"Sejak 5 Januari 2026, kami telah melakukan pendampingan psikologis awal, baik kepada korban berinisial CA maupun kepada 8 anak yang menjadi terduga pelaku," ujar Ida, Sabtu (31/1/2026).
Sebelumnya, pihak Kelurahan Tambakrejo bersama perangkat RW dan Bimaspol telah berupaya melakukan mediasi untuk menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan. Namun, karena tidak tercapai kesepakatan antar pihak, orang tua korban memilih menempuh jalur hukum.
Ida mengungkapkan, laporan polisi telah dilakukan pada 1 Januari 2026 dengan nomor TBL-B/01/I/2026/SPKT/POLSEK SIMOKERTO. “Korban juga telah menjalani visum di RSUD dr. Soewandhi sebagai bagian dari proses penyelidikan,” jelasnya.
Akibat trauma yang dialami, korban dilaporkan mengalami gangguan tidur. Pendampingan psikologis lanjutan telah dilakukan oleh psikolog klinis, Linda Hartati, S.Psi, M.Psi. Namun, mengingat kondisi korban yang cukup tertekan, korban diarahkan ke psikiater di National Hospital.
“Hasil pemeriksaan psikiatri menunjukkan korban mengalami depresi dan memerlukan bantuan medis agar bisa beristirahat dengan baik," tambah Ida.
Hingga 30 Januari 2026, UPTD PPA bersama tim Wahana Visi terus melakukan pemantauan. Pemkot Surabaya berkomitmen mendampingi seluruh pihak yang terlibat agar mendapatkan penanganan yang tepat sesuai hukum peradilan anak.
Terkait kasus ini, Ida mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam bersosial media dengan tidak menyebarluaskan video dugaan perundungan, mengingat seluruh pihak yang terlibat baik korban maupun terduga pelaku masih di bawah umur.
“Masyarakat diimbau berhenti menyebarkan video yang memperlihatkan wajah mereka demi melindungi masa depan anak-anak tersebut,” imbaunya.
Selain itu, ia juga meminta masyarakat yang melihat atau mengetahui adanya tindakan kekerasan atau perundungan, segera hubungi layanan darurat Command Center 112.
"Kami terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan pihak terkait untuk memastikan perlindungan terbaik bagi anak. Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak di Kota Surabaya," pungkasnya.
