Ngawi, IDN Times – Kecelakaan maut terjadi di jalan turunan Desa Girikerto, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (1/1/2026) sore. Sebuah mobil pikap yang mengangkut enam orang wisatawan diduga mengalami rem blong hingga menabrak sebuah rumah warga dan empat sepeda motor. Peristiwa nahas ini menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya luka-luka.
Benturan keras membuat suasana di lokasi kejadian panik. Rumah warga rusak, kendaraan ringsek, dan korban berjatuhan di badan jalan.
Rem Blong, Pikap Wisatawan Tabrak Rumah di Ngawi, 3 Orang Tewas

Intinya sih...
Kronologi kecelakaan di jalur turunan SineKecelakaan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Mobil pikap yang dikemudikan Robert (60), warga Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Ngawi, melaju dari arah kawasan wisata Kebun Teh Jamus menuju jalan desa.
Tiga korban meninggal dunia Dua penumpang mobil pikap, yakni Triana (33), warga Desa Sriwedari, Kecamatan Karanganyar, serta Welas (44), warga Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju Puskesmas Ngrambe.
1. Kronologi kecelakaan di jalur turunan Sine
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Mobil pikap yang dikemudikan Robert (60), warga Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Ngawi, melaju dari arah kawasan wisata Kebun Teh Jamus menuju jalan desa.
Saat melintasi jalur menurun, kendaraan tersebut diduga kehilangan fungsi pengereman. Pikap melaju tak terkendali hingga menabrak sepeda motor yang dikendarai dua remaja, sebelum akhirnya menghantam rumah warga.
Akibat benturan tersebut, bagian depan pikap ringsek parah. Sejumlah penumpang terjepit di dalam kendaraan, sementara sepeda motor korban rusak berat berserakan di sekitar lokasi kejadian.
“Waktu itu saya di dalam rumah, tiba-tiba terdengar suara keras seperti ‘brak’. Saat keluar, mobil sudah menabrak rumah dan banyak korban luka,” ujar Dwi Yoni Martiana, anak pemilik rumah.
2. Tiga korban meninggal dunia
Dua penumpang mobil pikap, yakni Triana (33), warga Desa Sriwedari, Kecamatan Karanganyar, serta Welas (44), warga Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju Puskesmas Ngrambe.
Kedua jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk keperluan visum.
Korban meninggal dunia lainnya adalah Fanina Dwi Noviana (19), warga Kelurahan Gununganyar, Kota Surabaya. Ia merupakan pengendara sepeda motor yang tertabrak pikap dan menghembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di RS Widodo Ngawi.
Sementara itu, Tyas (19), rekan Fanina yang juga pengendara motor, mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan intensif. Empat korban lainnya, termasuk sopir pikap, mengalami luka-luka dan dirujuk ke rumah sakit di Sragen, Jawa Tengah.
3. Kesaksian warga: lokasi kejadian sempat mencekam
Sutrisno, salah satu warga yang membantu proses evakuasi, menyebut kondisi di lokasi kejadian sangat mengerikan.
“Mobil sudah ringsek parah, ada korban yang terjepit. Informasinya saat itu sudah tiga orang meninggal, termasuk pengendara motor,” katanya.
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Empat unit sepeda motor yang rusak diamankan sebagai barang bukti, sementara mobil pikap dievakuasi menggunakan truk derek.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan, termasuk memastikan dugaan rem blong pada kendaraan pikap tersebut.