Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260110-WA0109.jpg
Santri dan siswa di Mojokerto yang mengalami keracunan MBG. (Dok. Istimewa)

Intinya sih...

  • Ratusan santri dan siswa di Mojokerto diduga keracunan makanan dari Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Sabtu (10/1/2026).

  • Sejumlah pusat layanan kesehatan menangani sekitar 200 pelajar yang mengalami keracunan, dengan gejala mulai dari muntah, diare hingga pusing.

  • Makanan MBG diduga diproduksi oleh Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, dan para siswa mengalami gejala sejak Jumat (9/1/2026) sore.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mojokerto, IDN Times - Ratusan santri dan siswa di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur diduga mengalami keracunan makanan dari Makan Bergizi Gratis (MBG), Sabtu (10/1/2026). Mereka pun dilarikan ke sejumlah pusat layanan kesehatan.

Informasi yang dihimpun IDN Times, santri dan siswa itu berasal dari SMP/MTs dan SMA/MA Pondok Pesantren Al Hidayah Desa Wododadi, MTs dan MA Ponpes Maahad Annur Desa Singowangi, dan SMPN 2 Kutorejo. 

Diduga makanan MBG itu diproduksi oleh Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo.

Kepala Desa Wonodadi, Miskan, membenarkan hal ini. Setidaknya ada sekitar 200 pelajar yang mengalami keracunan dan tengah dilakukan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan. “Iya betul, yang keracunan sekitar 200 orang lebih. Ada yang dirawat di RS Gondang, Pustu Pesanggrahan, Puskesmas Pacet, hingga RSUD Mojosari,” ujar Miskan, kepada Sabtu (10/1/2026).

Dari ratusan santri dan siswa itu, sekitar 17 anak dilarikan ke Puskemas Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Mereka datang sekitar pukul 09.30 WIB.

Kepala UPT Puskesmas Gondang, dr. Rohmatun Naja, membenarkan puskesmas yang dipimpinnya kedatangan belasan pelajar. Mereka datang dengan didampingi ustadzah dari salah satu yayasan. “Benar, ada dugaan keracunan. Pasien mulai masuk sekitar pukul 09.30 sampai 10.00 WIB,” ujar dr. Rohmatun, Sabtu (10/1/2026).

Rohmatun menyebut, gejala yang dialami 17 pelajar itu mulai dari muntah, diare hingga pusing. Kini pihaknya tengah fokus membantu penanganan pasien. “Gejalanya muntah, sebagian diare dan pusing. Kami fokuskan penanganan agar kondisi pasien stabil,” tutur dia.

Pihaknya belum bisa menjelaskan detail mengenai peristiwa ini. Keterangan medis sementara, para siswa itu mengalami gejala sejak Jumat (9/1/2026) sore. Ini usai mereka mengonsumsi MBG setelah melaksanakan salat Jumat.

Editorial Team