Ngawi, IDN Times – Ratusan hektar tanaman padi para petani di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, alami gagal panen akibat serangan hama tikus dan wereng. Kondisi ini membuat mereka rugi besar, bahkan sebagian sudah enggan menanam kembali lantaran gagal panen hingga tiga kali berturut-turut.
Ratusan Hektar Padi di Ngawi Gagal Panen Diserang Hama Tikus dan Wereng

Intinya sih...
Petani merugi besar
Modal pinjaman dari bank
Petani mengaku pasrah
1. Petani merugi besar
Pemandangan memilukan terlihat di Desa Patalan, Kecamatan Kendal. Hamparan padi yang semestinya mulai berisi malah rusak dan mati. Tanaman dibiarkan terbengkalai karena tidak lagi bisa dipanen.
"Susahnya tidak bisa dibayangkan mas, sudah tiga kali ini gagal panen diserang tikus dan sundep. Biaya yang sudah kita keluarkan setiap musim tanam minimal Rp12 juta per hektare,” ungkap Darju, salah satu petani, Minggu (24/8/2025).
2. Modal pinjaman dari bank
Kerugian yang dialami petani tak main-main. Dalam sekali musim tanam, modal yang dikeluarkan per hektare mencapai Rp12–15 juta. Ironisnya, mayoritas modal itu berasal dari pinjaman bank.
"Kalau masih hijau bisa dibuat pakan ternak, tapi kalau sudah mati begini ya habis. Modal dari pinjam bank, sudah tiga kali gagal panen,” kata Samsudin, petani lain.
Hal senada disampaikan Waris Saidi. Ia mengaku makin terhimpit karena modal tanam yang ia pinjam dari bank lenyap begitu saja akibat serangan hama. “Awalnya hijau, bagus. Tiba-tiba mati diserang tikus dan sundep. Sudah tiga kali ini.”
3. Petani mengaku pasrah
Berbagai cara telah dilakukan petani untuk mengatasi hama, termasuk menggunakan obat-obatan pertanian. Namun, hasilnya nihil. Serangan tetap terjadi, bahkan sejak usia tanaman baru sebulan. Alhasil, padi yang gagal hanya bisa dijadikan pakan ternak.
Kini, para petani hanya bisa berharap pemerintah turun tangan membantu. “Kami butuh solusi nyata. Kalau begini terus, petani bisa bangkrut,” keluh para petani.