Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ratusan Guru di Tulungagung Berangkat ke Jakarta, Ini Tuntutannya
Bus yang membawa rombongan guru Tulungagung berangkat ke Jakarta. IDN Times/Bramanta Pamungkas
  • Sebanyak 110 guru asal Tulungagung berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi di depan Gedung DPR RI dalam agenda silaturahmi nasional bersama organisasi guru lainnya.
  • Para guru menuntut penghapusan dikotomi antara guru PNS, PPPK, honorer, dan swasta agar semua diakui sebagai Guru Indonesia dengan status yang setara.
  • Tuntutan utama mereka adalah kesetaraan nasib dan peningkatan kesejahteraan bagi guru swasta yang selama ini belum mendapat perhatian setara dari pemerintah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tulungagung, IDN Times - Ratusan guru Tulungagung berangkat menuju Gedung DPR RI Jakarta untuk menyuarakan aspirasi. Mereka rencananya akan bergabung dengan sejumlah organisasi guru lainnya untuk melakukan aksi di Gedung DPR RI besok. Beberapa tuntutan yang dibawa oleh para guru, salah satunya meminta kesetaraan nasib dan kesejahteraan guru swasta. Mereka juga berharap ada revisi atau amandemen undang-undang yang bisa mengakomodir guru tanpa memandang status.

1. Guru akan mengikuti aksi di depan gedung DPR RI

Perwakilah guru di Tulungagung yang berangkat ke Jakarta. IDN Times/Bramanta Pamungkas

Ketua Pengurus Daerah Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PD PGSI) Tulungagung, Nur Qomarudin mengatakan, terdapat sekitar 110 guru Tulungagung yang berangkat ke Jakarta. Kedatangan mereka ke Gedung DPR RI bertujuan untuk melakukan aksi yang dikemas dalam agenda silaturahmi nasional.

"Kami berangkat bersama 110 guru menggunakan dua bus menuju Gedung DPR RI," ujarnya, Selasa (19/5/2026).

2. Berharap tidak ada diskriminasi terhadap guru

Bus yang membawa rombongan guru Tulungagung berangkat ke Jakarta. IDN Times/Bramanta Pamungkas

Qomarudin menjelaskan, selama ini muncul mispersepsi dan dikotomi antara guru honorer, swasta, PPPK Paruh Waktu, PPPK Penuh Waktu dan guru PNS. Pihaknya meminta agar tidak ada dikotomi dan hanya memunculkan Guru Indonesia. Menurutnya semua guru yang sudah terdaftar dalam Dapodik maupun Simpatika memiliki status yang sama.

"Baik guru swasta, honorer, PPPK Paruh Waktu, PPPK Penuh Waktu atau guru PNS memiliki kewajiban yang sama. Maka dengan amandemen nanti guru dapat tercover semua," jelasnya.

3. Meminta guru sekolah swasta diperhatikan pemerintah

Perwakilah guru di Tulungagung yang berangkat ke Jakarta. IDN Times/Bramanta Pamungkas

Terdapat beberapa tuntutan yang dibawa oleh ratusan guru Tulungagung dalam aksi di depan Gedung DPR RI Jakarta mendatang. Diantaranya, menuntut kesetaraan dan kesejahteraan untuk guru yang mengajar di sekolah swasta. Selama ini guru negeri lebih diuntungkan karena sudah masuk dalam database pemerintah, sedangkan guru swasta harus mengikuti jalur umum saat seleksi.

"Kami mewakili guru swasta yang ada di yayasan atau madrasah berharap bisa mendapat kesetaraan nasib dan status dimata pemerintah," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team