Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Putra Risma Ingin Jadi Bacawawali, tapi Enggan Disebut Dinasti Politik
Fuad Bernardi (kemeja biru) IDN Times/Ardyansah Fajar

Surabaya, IDN Times - Putra Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Fuad Bernarni menolak jika keinginannya untuk maju menjadi bakal calon wakil wali kota (bacawawali) Surabaya disebut sebagai politik dinasti. Menurutnya, nanti ia akan berjuang sendiri dengan kemampuannya, juga gagasan yang ia bawa. Bukan hanya sekadar menumpang nama ibunya.

1. Fuad tolak disebut dinasti politik

Ilustrasi Pilwali Surabaya 2020 (IDN Times/Mardya Shakti)

Fuad menuturkan bahwa keinginan untuk mencalonkan diri ini muncul dari dirinya sendiri, bukan atas dorongan Risma. Jika nantinya rekomendasi dari Ketua Umum PDI Perjuangan (PDI) Megawati Soekarnoputri jatuh ke tangannya, ia akan memastikan untuk merebut suara warga Surabaya dengan upayanya sendiri.

“Nanti kalau maju direkom pun harus adu program. Bukan hanya ada di bawah bayang-bayang ibu,” tutur Fuad saat dihubungi IDN Times, Jumat (21/8/2020).

2. Jika maju pun belum tentu menang

Fuad Bernardi saat mendatangi Mapolda Jatim. IDN Times/Ardyansah Fajar

Selain itu, menurutnya memenangkan hati masyarakat Surabaya tidaklah mudah. Tidak cukup hanya  berbekal identitas sebagai putra Risma agar bisa meraup suara warga. Dengan ketidakpastian ini, Fuad mengatakan bahwa ia bukan merupakan produk dari dinasti politik.

“Kalau dibilang politik dinasti sih gak ya. Kalau saya direkom dan belum tentu, maju pun belum tentu menang juga. Kalau kita ngomong Surabaya kan kota besar yang masyarakatnya campuran. Itu gak bisa diprediksi apakah akan ke satu calon atau gimana,” tuturnya.

3. Ingin kembangkan pemuda di Surabaya

Ilustrasi Pilwali Surabaya 2020 (IDN Times/Mardya Shakti)

Ia pun saat ini sudah menyiapkan beberapa gagasan utama yang akan menjadi topik dalam kampanyenya nanti jika terpilih. Sebagai Ketua Karang Taruna Kota Surabaya, ia melihat bahwa potensi pemuda di Kota Surabaya belum sepenuhnya terasah. Ia akan menjadikan pemuda sebagai salah satu fokus utamanya.

“Memang sudah ada pejuang muda yang sudah dijalankan oleh Ibu untuk menggaet teman-teman. Tapi ada di beberapa wilayah itu ada yang mungkin tidak mendapat informasi atau belum tersentuh. Itu yang ingin saya ambil.Untuk pembangunan sudah jalan tapi mungkin untuk yang di pinggir harus lebih dikembangkan juga,” pungkasnya.

Editorial Team