Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Polisi Menduga 22 Kg Kokain di Sumenep dari Kolombia
Pemusnahan narkoba di Mapolda Jatim. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • Polda Jatim menemukan 22,226 kilogram kokain di pesisir Sumenep yang diduga kuat berasal dari jaringan internasional asal Kolombia.
  • Temuan ini dianggap tidak biasa karena peredaran narkotika di Jawa Timur umumnya didominasi sabu, ganja, dan ekstasi dengan nilai ekonomi lebih rendah.
  • Polda Jatim memperketat pengawasan wilayah pesisir, bekerja sama dengan Mabes Polri, serta mengimbau masyarakat melapor jika menemukan benda mencurigakan terkait narkotika.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Polda Jawa Timur (Jatim) meningkatkan kewaspadaan di wilayah pesisir setelah temuan narkotika jenis kokain dalam jumlah besar di Kabupaten Sumenep. Temuan ini diduga kuat berkaitan dengan jaringan internasional, dengan indikasi asal dari kawasan Amerika Selatan, khususnya Kolombia.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto, mengatakan hasil analisis awal mengarah pada kemungkinan kokain tersebut berasal dari jaringan luar negeri. “Kami menganalisa jaringan dari data kokain di Kolombia. Ini menjadi indikasi kuat adanya jalur perdagangan gelap internasional yang masuk ke perairan kita,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Temuan kokain ini dinilai tidak biasa. Selama ini, peredaran narkotika di Jatim umumnya didominasi sabu, ganja, dan ekstasi. Sementara kokain tergolong langka dan memiliki nilai ekonomi sangat tinggi.

Tak hanya itu, barang bukti yang ditemukan di wilayah pesisir Sumenep pun dinilai banyak. Awalnya memiliki berat kotor sekitar 27 kilogram karena bercampur pasir dan sampah laut. Setelah dibersihkan, berat bersih kokain tercatat mencapai 22,226 kilogram.

Menurut Nanang, panjangnya garis pantai di Jatim menjadi celah yang rawan dimanfaatkan jaringan penyelundupan narkotika. Wilayah pesisir yang relatif sepi dinilai kerap menjadi titik masuk barang ilegal dari jalur laut.

"Wilayah pesisir yang relatif lebih sepi justru rawan dijadikan jalur penyelundupan. Ini menjadi perhatian khusus bagi kami,” tegasnya.

Polda Jatim kini memperketat pengawasan di kawasan pesisir dan menggandeng Mabes Polri untuk mengembangkan penyelidikan guna mengungkap jaringan di balik kasus tersebut.

Selain itu, kepolisian juga menekankan pentingnya percepatan pemusnahan barang bukti. Kokain dengan nilai tinggi dinilai sangat rawan disalahgunakan jika tidak segera ditindaklanjuti.

"Barang ini memiliki nilai yang menggiurkan, sehingga harus segera dimusnahkan agar tidak terjadi penyalahgunaan,” katanya.

Nanang juga mengajak masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir, untuk aktif melaporkan jika menemukan benda mencurigakan yang diduga terkait narkotika.

Ia menegaskan, peredaran narkoba merupakan ancaman serius bagi generasi muda sehingga perlu ditangani secara bersama. “Dampaknya sangat besar. Kita harus cegah bersama-sama agar tidak semakin banyak korban,” pungkasnya.

Editorial Team