Tulungagung,IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung mendapati kenaikan kasus campak pada awal tahun 2026. Dari puluhan suspek ditemukan satu anak usia di bawah lima tahun yang positif campak. Pihak Dinkes sendiri akan melakukan imunisasi kejar, dengan sasaran balita yang belum mendapat vaksinasi campak. Saat ini masih dalam proses pendataan berapa jumlah balita yang belum mendapat vaksinasi campak.
Puluhan Balita di Tulungagung Suspek Campak, 1 Pasien Positif

1. Jumlah suspek campak meningkat dibanding tahun lalu
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, Aris Setiawan mengatakan, berdasarkan data Januari - Februari 2026 ditemukan 38 kasus suspek campak. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibandingkan tahun 2025 dalam periode yang sama. "Awal tahun 2025 lalu ada 12 kasus suspek campak. Kemudian awal tahun 2026 naik menjadi 38 suspek campak," ujarnya, Rabu (11/3/2026).
2. Satu balita dinyatakan positif campak
Pihak Dinkes telah mengirimkan sampel darah dan urin 38 suspek campak ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya untuk dilakukan uji sampel. Hasilnya, satu sampel suspek dinyatakan positif campak. Mayoritas mereka yang terkena penyakit ini berusia dibawah lima tahun. Mereka yang masuk dalam suspek campak mengalami keluhan kesehatan yang sama. Seperti demam, ruam kemerahan, batuk, pilek atau mata memerah. "Campak ini merupakan penyakit menular. Cara penularan dapat melalui droplet," jelasnya.
3. Kejar target imunisasi campak untuk balita
Dari 38 suspek campak yang ditemukan Dinkes, beberapa dari mereka ditemukan belum menerima imunisasi dasar. Sebagai langkah preventif, Dinkes Tulungagung akan melakukan imunisasi kejar. Dengan sasaran balita yang belum mendapat vaksinasi campak. Saat ini masih dalam proses pendataan berapa jumlah balita yang belum mendapat vaksinasi campak. "Balita yang belum mendapat imunisasi ini bisa disebabkan beberapa hal. Mulai dari balita dalam kondisi sakit hingga sasaran imunisasi tidak berada di tempat," pungkasnya.