Surabaya, IDN Times - Bukan hanya motor yang diperbaiki. Program servis sepeda motor gratis yang digelar serentak di Jawa Timur (Jatim) menjadi kesempatan bagi siswa SMK untuk unjuk keterampilan sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Program yang digagas Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim itu menyasar 8.100 sepeda motor di 350 SMK yang tersebar di 38 kabupaten/kota. Salah satunya berlangsung di SMKS Islam Krembung, Sidoarjo, Kamis (8/10/2026).
Di sekolah tersebut, sebanyak 30 sepeda motor mendapat layanan gratis. Sebanyak 20 siswa jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) dilibatkan untuk menangani kendaraan masyarakat, termasuk pengemudi ojek online (ojol).
Salah satu penerima manfaat, Miftahul Ari, warga Tulangan, mengaku langsung mendaftar setelah mengetahui program tersebut melalui media sosial. Sebagai pengemudi ojol, servis gratis cukup berarti karena penghasilannya setiap hari tidak menentu.
"Tahu informasinya dari media sosial. Saya langsung cek di mana sekolah yang menyediakan itu. Kemudian saya daftar dan alhamdulillah dapat kuotanya," ujar Miftahul.
Ia mendapatkan nomor antrean 17. Setelah motornya selesai diservis, Miftahul mengaku lega karena kendaraan tersebut menjadi penunjang utama pekerjaannya sehari-hari. "Alhamdulillah servis motornya sudah selesai tadi. Tapi saya belum sempat mencobanya. Mudah-mudahan sudah enak digunakan lagi," katanya.
Miftahul mengaku selama ini tidak rutin melakukan servis. Pengeluaran untuk perawatan kendaraan harus disesuaikan dengan pendapatan sebagai pengemudi ojol. Ia biasanya hanya mengganti oli ketika diperlukan. Program tersebut pun menjadi angin segar bagi pekerja yang menggantungkan penghasilan dari sepeda motor.
Namun, tidak semua warga yang datang berhasil mendapatkan kuota. Kasmianto, warga Sedati yang juga bekerja sebagai pengemudi ojol, mengaku kehabisan antrean setelah mengetahui informasi program tersebut dari grup WhatsApp.
"Saya dapat infonya dari grup WA. Mau servis ternyata waktunya sedikit dan tidak dapat kuota. Akhirnya hanya mengambil sembako saja yang dibagikan Ibu Khofifah," katanya.
Di balik layanan gratis tersebut, ada pengalaman berharga bagi para siswa SMK. Yovi Pratama Efendi, siswa kelas XII jurusan TSM SMKS Islam Krembung, menjadi salah satu montir siswa yang terlibat langsung.
Bagi Yovi, kegiatan tersebut bukan sekadar tugas sekolah. Ia bisa mempraktikkan keterampilan yang selama ini dipelajari sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat.
"Untuk servis, ini layanan servis sederhana, yaitu pembersihan CVT dan filter udara sepeda motor. Di luar program ini, untuk servis sederhana bisa mencapai Rp170 ribu. Alhamdulillah dengan program ini masyarakat bisa memanfaatkannya," terang Yovi.
Kepala SMKS Islam Krembung Rudi Hariyanto mengatakan 20 siswa dipilih berdasarkan kompetensi, keterampilan, kecekatan, dan ketangkasan dalam menangani persoalan sepeda motor. Para siswa tersebut juga telah mendapatkan pengalaman melalui program magang di dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Salah satu mitra sekolah adalah MPM Motor Honda. "Montir siswa kami yang melayani ada 20 anak, tersebar dari kelas dua dan tiga. Mereka sudah mengikuti magang di DUDI dan skill-nya kami rasa sudah mumpuni, sehingga kami libatkan," kata Rudi.
Menurut Rudi, layanan tersebut sekaligus menjadi cara sekolah memperkenalkan kompetensi siswa kepada masyarakat. Sebab, kemampuan yang dimiliki siswa SMK tidak hanya berhenti di ruang praktik, tetapi dapat memberikan manfaat secara langsung. "Kami ingin menunjukkan bahwa kompetensi siswa ini bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Anak-anak juga mendapatkan pengalaman dan nilai plus dari kegiatan ini," ucapnya.
Layanan di SMKS Islam Krembung berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Selain pembersihan CVT dan filter udara, layanan di sejumlah SMK di Jawa Timur juga disesuaikan dengan kompetensi masing-masing sekolah, seperti tune-up, ganti oli, hingga cuci motor gratis. Sementara Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan program ini digelar serentak di 350 titik SMK dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. "Hari ini serentak kita laksanakan pemberian servis gratis melalui SMK di 38 kabupaten/kota di 350 titik. Total 8.100 sepeda motor yang diservis," katanya.
Khofifah menilai program tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kemampuan siswa SMK yang berkembang melalui kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri. Menurutnya, keterampilan siswa SMK perlu diberi ruang untuk dipraktikkan sekaligus dikenalkan kepada masyarakat. Program servis gratis menjadi salah satu bentuk nyata bahwa kompetensi siswa dapat memberikan manfaat di luar lingkungan sekolah.
"Ini salah satu keinginan para SMK kita di Jawa Timur bahwa banyak anak-anak kita yang sudah sangat luar biasa hasil kerja sama dengan DUDI. Sehingga ini diwujudkan dalam bentuk apresiasi mereka sekaligus menyemarakkan Hari Jadi Jawa Timur," ungkapnya.
Kepala Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Aries Agung Paewai mengapresiasi keterlibatan sekolah, khususnya SMK dengan konsentrasi keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM), serta dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja (DUDIKA) dalam kegiatan tersebut. "Terima kasih banyak para kepala sekolah, anak-anakku semua, juga mitra dari DUDIKA. Terima kasih atas partisipasinya untuk memberikan pendidikan berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat melalui layanan servis gratis sepeda motor," ungkapnya.
Menurut Kadindik, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana bagi masyarakat untuk melihat secara langsung proses pembelajaran vokasi di SMK. Pendidikan vokasi, kata dia, menitikberatkan pada praktik, dengan komposisi sekitar 70 persen praktik dan 30 persen teori.
Ia menilai kompetensi siswa SMK, khususnya bidang TSM, tidak kalah dengan tenaga profesional di industri. Selama pembelajaran, siswa mendapatkan pendampingan dari tenaga ahli sehingga terbiasa menangani persoalan teknis kendaraan bermotor. "Anak-anak SMK kita dibekali pengalaman praktik dan dibimbing oleh para tenaga ahli. Karena itu, kompetensi mereka terus diasah agar mampu menangani pekerjaan secara profesional, termasuk dalam melakukan servis sepeda motor," jelasnya.
Tak hanya mengandalkan pembelajaran di sekolah, siswa SMK juga dituntut mengikuti uji kompetensi untuk mengukur kemampuan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan. Sertifikat kompetensi tersebut menjadi bagian dari portofolio siswa ketika memasuki dunia kerja. "Sertifikat mereka akan diakui. Jadi memang anak-anak SMK ini disiapkan untuk langsung bekerja. Ada kelas industri, ada program prakerin, ada uji kompetensi bersertifikat hingga perekrutan industri. Ini semua disiapkan agar mereka mampu dan siap masuk DUDIKA bahkan sebelum lulus," tegasnya.
Aries pun mengajak masyarakat memanfaatkan layanan servis gratis tersebut sekaligus mendukung penguatan kompetensi siswa SMK di Jawa Timur. "Mari manfaatkan servis sepeda motor gratis yang dilakukan anak-anak SMK kami. Mari semarakkan HUT ke-81 Pemprov Jatim, dukung penuh kompetensi siswa. SMK Jatim siap berkarya untuk masyarakat," ajaknya.
Mantan Pj Wali Kota Batu ini juga mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari misi pendidikan vokasi berdampak kepada masyarakat. Melalui layanan servis gratis, masyarakat dapat melihat langsung kemampuan siswa SMK yang telah disiapkan sesuai standar kebutuhan industri.
Aries menjelaskan, penguatan kerja sama dengan DUDIKA dilakukan melalui berbagai program, salah satunya kelas industri dan teaching factory. Program tersebut memungkinkan siswa memperoleh pengalaman praktik yang mendekati kondisi kerja sebenarnya.
"Teaching factory ini mengajarkan mereka secara langsung secara riil kerja industri. Mereka praktik langsung sesuai kurikulum dari industri. Sehingga saat lulus nanti, mereka sudah sangat siap untuk terserap DUDIKA," pungkasnya.
