Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260111-WA0025.jpg
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam acara bersama jajaran pengurus Gerakan Pramuka Jatim. Dok. Pemprov Jatim.

Intinya sih...

  • Pramuka Jatim didorong untuk terlibat dalam program strategis nasional, bukan hanya pembinaan karakter generasi muda.

  • Gubernur Jatim Khofifah menekankan pentingnya peran Pramuka dalam sektor pangan, perikanan, peternakan, dan ketahanan sosial serta lingkungan.

  • Khofifah meminta Pramuka segera melakukan pemetaan peran konkret dan kolaborasi dengan pemerintah daerah terkait.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Gerakan Pramuka Jawa Timur (Jatim) didorong untuk mengambil peran lebih luas dan multisektor, tidak hanya dalam pembinaan karakter generasi muda, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai program strategis nasional. Pramuka dinilai memiliki potensi besar sebagai kekuatan sosial yang adaptif, produktif, dan mampu menjalankan banyak fungsi sekaligus.

Dorongan tersebut disampaikan Gubernur Jatim sekaligus Ketua Majelis Pembina Daerah (Kamabida) Gerakan Pramuka Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Ia menegaskan, Pramuka tidak lagi cukup hanya bergerak di sektor kepanduan konvensional. Di tengah kompleksitas tantangan pembangunan, Pramuka harus mampu memetakan peluang dan mengambil peran nyata di berbagai sektor pembangunan.

“Pramuka harus produktif. Banyak Program Strategis Nasional yang bisa segera dipetakan. Pramuka harus menentukan di titik-titik mana akan mengambil peran,” ujar Khofifah.

Menurutnya, karakter Pramuka yang fleksibel dan berbasis kerelawanan membuat organisasi ini relevan untuk terlibat dalam berbagai sektor, mulai dari pangan, perikanan, peternakan, hingga penguatan ketahanan sosial dan lingkungan. Hal ini sejalan dengan kebutuhan pemerintah daerah yang membutuhkan mitra sosial yang mampu bergerak cepat di lapangan.

Khofifah menyebut sejumlah program strategis nasional yang membuka ruang keterlibatan Pramuka, seperti swasembada jagung, swasembada gula konsumsi, hingga Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pada program MBG, Pramuka dinilai dapat berperan dalam mendukung penyediaan protein hewani, khususnya dari sektor perikanan.

“Akan banyak dibangun kolam-kolam ikan lele untuk mendukung pemenuhan protein MBG. Ini ruang peran yang bisa diambil Pramuka,” katanya.

Selain itu, Pramuka juga berpotensi terlibat dalam pengembangan Grand Parent Stock ayam indukan serta peningkatan produktivitas sapi perah. Menurut Khofifah, keterlibatan Pramuka di berbagai sektor ini menegaskan peran mereka sebagai organisasi pembinaan yang juga produktif secara ekonomi dan sosial.

Untuk mengoptimalkan peran multisektor tersebut, Khofifah meminta Gerakan Pramuka segera melakukan pemetaan peran secara konkret. Salah satunya dengan membentuk tim kerja atau desk-desk tematik di luar Satuan Karya (Saka).

“Segera bentuk tim kerja di luar Saka untuk memutuskan sektor-sektor strategis yang akan digarap,” tegasnya.

Ia menambahkan, setelah sektor ditetapkan, Pramuka harus segera membangun kolaborasi dengan perangkat daerah terkait dan menyusun plan of action yang jelas agar setiap peran dapat terukur dan berdampak.

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jatim, HM Arum Sabil, menyambut arahan tersebut. Ia menyebut Pramuka Jatim akan diarahkan untuk bergerak lintas sektor, terutama di bidang pangan dan energi.

“Pramuka produktif akan diarahkan ke sektor pertanian, perkebunan, peternakan, hingga energi baru terbarukan dengan konsep pertanian terintegrasi dan zero waste di 38 kabupaten/kota,” ujarnya.

Menurut Arum Sabil, pendekatan multisektor ini juga akan dikemas secara edukatif dan menyenangkan, sehingga peserta didik tidak hanya belajar teori, tetapi memahami rantai produksi dan tantangan nyata di lapangan.

“Pramuka menjadi ruang belajar yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Anak-anak tidak harus langsung turun ke sawah, tetapi memahami sistemnya secara utuh,” pungkasnya.

Editorial Team