Surabaya, IDN Times - Pramesti Ardita Cahyani tiba di gedung VIP Bandara Juanda dengan mata basah, Jumat malam (15/2). Ia tak kuasa melihat orangtuanya yang setia menunggu di depan pintu keluar. Mereka terus memanggil-manggil nama Pramesti.
Rasa rindunya sudah tak terbedung lagi. Begitu ketemu, gadis asal Lamongan itu langsung memeluk ibunya erat-erat. Seolah tak ingin berpisah lagi. Siapapun yang melihat momen itu pasti akan terenyuh.
Pramesti merupakan salah satu mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang dievakuasi dari Wuhan, Tiongkok. Ia sudah menuntaskan observasi selama 14 hari di Pulau Natuna, Kepulauan Riau. Bagi Pramesti, karantina di Natuna tak 'sehoror' apa yang dibayangkan banyak orang. Dia justru meninggalkan pengalaman indah dan berharga selama di Natuna.