Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ponpes Ploso Kediri Umumkan Hari Raya Idul Fitri Hari Jumat
ilustrasi kegiatan di pondok pesantren (instagram.com/alfalah_ploso)
  • Ponpes Al Falah Ploso Kediri resmi menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, berdasarkan hasil perhitungan tim falak internal pesantren.
  • Penetapan dilakukan karena posisi hilal telah berada di atas ufuk dengan ketinggian cukup memenuhi syarat untuk menentukan awal bulan Syawal.
  • Keputusan Ponpes Ploso sejalan dengan Muhammadiyah, namun berpotensi berbeda dengan pemerintah yang memprediksi Idulfitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kediri, IDN Times - Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah Ploso, Mojo, Kediri secara resmi mengeluarkan ikhbar atau pemberitahuan terkait awal bulan Syawal 1447 Hijriah. Video pengumuman ini tersebar di media sosial. Dalam video tersebut berdasarkan hasil rumusan tim ahli falak internal pesantren, Hari Raya Idulfitri diputuskan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

1. Pengumuman disampaikan dalam kegiatan haflah

ilustrasi lebaran (pexels.com/Timur Weber)

Dalam video yang beredar di media sosial, pengumuman ini dibacakan bertepatan dengan acara haflah yang digelar beberapa waktu lalu. Salah seorang anggota dewan Mufattisy atau penasehat Ponpes Al-Falah Ploso, KH Ma'sum Aly membacakan pengumuman ini. “Berdasarkan hasil penghitungan lajnah falakiyah Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Kediri memberitahukan bahwa untuk awal bulan Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Jumat Legi tanggal 20 Februari 2026 Masehi," ujarnya.

2. Posisi hilal terpantau sudah di atas ufuk

Ilustrasi pemantauan hilal. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Lebih lanjut KH Ma'sum Aly menjelaskan dari hasil penghitungan diketahui posisi hilal tercatat memiliki ketinggian 11 derajat 57 daqiqah. Dengan begitu dinilai telah memenuhi kriteria untuk penentuan awal Syawal. Pada saat matahari terbenam di hari Kamis tersebut, posisi hilal (bulan sabit muda) terpantau sudah berada di atas ufuk dengan ketinggian mencapai 05 derajat 12 menit. Karena posisi hilal sudah bernilai positif dan cukup tinggi, maka malam tersebut sudah memasuki tanggal 1 Syawal, sehingga keesokan harinya, Jumat (20/3/2026), ditetapkan sebagai hari raya Idulfitri.

“Dengan pertimbangan Ijtima akhir bulan Ramadan terjadi pada hari Kamis Kliwon tanggal 19 Maret 2026 Masehi pada pukul 07.17 WIB dengan tinggi hilal 05 derajat 12 daqiqah," terangnya.

3. Potensi perbedaan lebaran di Indonesia cukup terbuka

Ilustrasi lebaran (freepik.com/odua)

Ikhbar dari Ponpes Al Falah Ploso ini menambah daftar lembaga yang menetapkan Idulfitri 1447 H pada 20 Maret 2026. Sebagai latar belakang, pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sebelumnya juga telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, dengan menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal yang berpedoman pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Di sisi lain, potensi perbedaan perayaan Idulfitri di Indonesia pada tahun 2026 sangat terbuka lebar. Pemerintah Republik Indonesia, yang merujuk pada kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), memprediksi Lebaran berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Editorial Team