Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ponpes Al Khoiriyah di Tulungagung Gelar Salat Id Hari Ini
Santri dan warga di sekitar Ponpes Al Khoiriyah Tulungagung menggelar Salat Id. IDN Times/Bramanta Pamungkas
  • Ratusan santri dan warga Ponpes Al Khoiriyah di Tulungagung melaksanakan Salat Id lebih awal setelah berpuasa 30 hari dengan perhitungan sendiri.
  • Pelaksanaan Salat Id di Masjid Nur Muhammad berlangsung lancar tanpa kendala, diikuti sekitar 100 jemaah dan dijaga aparat kepolisian setempat.
  • Tradisi merayakan Idul Fitri lebih awal ini sudah dilakukan sejak lama oleh Jemaah Al Muhdor dan tetap dihormati masyarakat sekitar tanpa menimbulkan gejolak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tulungagung, IDN Times - Ratusan santri dan warga di sekitar lingkungan Pondok Pesantren Al Khoiriyah di Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, menggelar pelaksanaan Salat Id hari ini. Mereka merayakan Hari Raya Idul Fitri setelah sebelumnya melaksanakan ibadah puasa selama 30 hari. Jemaah ini juga memulai ibadah puasa dua hari lebih awal dari ketetapan pemerintah. Mereka memiliki perhitungan tersendiri dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan dan Syawal.

1. Jemaah diikuti santri dan warga sekitar ponpes

Santri dan warga di sekitar Ponpes Al Khoiriyah Tulungagung menggelar Salat Id. IDN Times/Bramanta Pamungkas

Kapolsek Sumbergempol, AKP Mohammad Anshori mengatakan pihaknya melakukan pengamanan terhadap pelaksanaan Salat Id, yang berlangsung di Masjid Nur Muhammad. Masjid tersebut berada di dalam komplek Pondok Pesantren Al Khoiriyah. Terdapat sekitar 100 jemaah yang terdiri dari santri serta warga sekitar mengikuti pelaksanaan Salat Id ini.

"Pelaksanaan Salat Id berlangsung lancar tanpa ada kendala," ujarnya, Kamis (19/04/2023).

2. Jemaah mulai puasa Ramadan dua hari lebih awal

Santri dan warga di sekitar Ponpes Al Khoiriyah Tulungagung menggelar Salat Id. IDN Times/Bramanta Pamungkas

Salat Id sendiri digelar tanpa menggunakan speaker. Jemaah melakukan takbir di dalam masjid sebagai tanda awal pelaksanaan Salat Id. Setelah Salat Id, mereka saling bersalaman. Sejumlah jemaah juga melakukan ziarah ke makam yang berada di belakang masjid. "Jemaah ini memulai puasa dua hari lebih awal dan hari rayanya juga lebih awal," terangnya.

3. Menjadi tradisi sejal dulu dan tidak menimbulkan gejolak

Komplek pesantren Al Khoiriyah di Tulungagung. IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Menurut Anshori pelaksanaan Salat Id lebih awal ini menjadi tradisi bagi Jemaah Al Muhdor. Mereka diketahui memiliki perhitungan tersendiri untuk menentukan awal bulan Ramadhan serta Syawal. Meskipun begitu tidak ada gejolak di masyarakat sekitar. Mereka saling menghormati dan tidak pernah mempermasalahkannya.

"Ini sudah menjadi tradisi sejak dulu dan tidak ada gejolak di masyarakat," pungkasnya.

Editorial Team