Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Polisi Buru 4 Pelaku Pembackoan di Pragoto Surabaya
Evakuasi jenazah pria diduga korban pembunuhan. Dok. Istimewa.
  • Polisi Surabaya memburu empat pelaku pembacokan di Jalan Pragoto II, Simokerto, setelah korban berinisial M ditemukan tewas dengan luka senjata tajam pada Kamis pagi.
  • Identitas para pelaku sudah dikantongi polisi, sementara olah TKP menunjukkan luka serius di dada dan kepala korban yang diduga akibat sabetan atau tusukan benda tajam.
  • Penyelidikan awal mengarah pada kemungkinan motif pribadi dan asmara antara korban dan pelaku yang masih memiliki hubungan keluarga, dengan bukti tambahan dari rekaman CCTV sekitar lokasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Polisi tengah memburu empat orang pelaku pembacokan di Jalan Pragoto II, Simokerto, Surabaya, Kamis (23/4/2026). Pelaku diduga berjumlah empat orang.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto, mengatakan bahwa pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku. Polisi sedang melakukan penyelidikan dan memburu pelaku.

"Korban dibacok oleh pelaku empat orang. Namun demikian identitas pelaku sudah kami ketahui, Saat ini anggota sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku," ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Diberitakan sebelumnya,seorang pria ditemukan tewas bersimbah darah di kawasan Jalan Pragoto, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, Surabaya, Kamis (23/4/2026) pagi. Korban berinisial M diduga menjadi korban pembunuhan, dengan sejumlah luka serius akibat senjata tajam di tubuhnya.

Kapolsek Simokerto, Zainur Rofiq mengungkapkan penemuan korban bermula dari laporan warga yang curiga dengan kondisi pria tersebut. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

“Awalnya informasi dari warga di Jalan Pragoto nomor 37. Korban ditemukan sudah meninggal dunia dengan kondisi bersimbah darah,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sementara, polisi menemukan luka akibat kekerasan di bagian dada dan kepala korban. Luka tersebut diduga berasal dari sabetan atau tusukan senjata tajam. ''Di dada ada luka sabetan atau penancapan benda tajam, kemudian juga ada luka di kepala. Untuk detailnya nanti menunggu hasil autopsi,” jelasnya.

Polisi menduga kuat korban tidak diserang oleh satu orang. Berdasarkan keterangan awal, pelaku lebih dari dua orang dan saat ini masih dalam pengejaran. “Informasi yang kami dapat, pelakunya lebih dari dua orang. Anggota sudah kami turunkan untuk melakukan pencarian,” tegasnya.

Kasus ini juga diduga berkaitan dengan persoalan pribadi. Dari keterangan keluarga, korban dan terduga pelaku memiliki hubungan kerabat dan sempat berada di satu lokasi sebelum kejadian. “Dari informasi keluarga, korban dan terduga pelaku ini masih ada hubungan saudara. Bahkan sebelumnya sempat berada di rumah kerabat,” ungkapnya.

Selain itu, motif asmara turut mengemuka dalam penyelidikan awal. Polisi menerima informasi adanya dugaan konflik akibat pengkhianatan dalam hubungan pribadi, meski hal tersebut masih didalami lebih lanjut. “Kabar yang kami dengar ada kaitan asmara, tapi itu masih kami dalami,” tambahnya.

Dari keterangan saksi, peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pada pagi hari antara pukul 05.00 hingga 07.00 WIB. Polisi kini tengah menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk memastikan kronologi kejadian. “Ada beberapa CCTV yang sudah kami lihat, tapi masih perlu pendalaman untuk memastikan waktunya,” katanya.

Editorial Team