Surabaya, IDN Times - Beredar isu di media sosial kalau Pekerja Migran Indonesia (PMI) masuk daftar hitam atau black list, sehingga dibatasi bahkan dilarang bekerja di Jepang mulai tahun 2026. Isu tersebut muncul setekah ada kejadian viral, termasuk pembentangan bendera perguruan pencak silat. Kabar ini pun ditepis oleh Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang Surabaya, Takonai Susumu.
"Tidak ada batasan (terkait PMI di Jepang)," tegasnya usai bertemu Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (28/7/2025).
Takonai menambahkan, sejauh ini reputasi PMI di Jepang sudah baik. Termasuk PMI asal Jatim. Ia menyebut kalau permintaan dari Jepang masih tinggi. Berdasarkan data layanan penempatan PMI Jatim, Jepang menjadi negara tujuan terbanyak nomor lima. Total ada 2.023 PMI Jatim yang bekerja selama tahun 2024.
"Pada dasarnya reputasi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di Jepang sangat baik. Sangat baik. Permintaan TKI di Jepang masih tetap besar," kata Takonai.
Sementara negara penempatan PMI Jatim terbanyak selama 2024, ialah Hong Kong dengan 43.996 pekerja. Diikuti, Taiwan 22.533 pekerja, Malaysia 3.9t8 pekerja dan Korea Selatan 2.297 pekerja. Takonai berharap kontribusi PMI Jatim meningkat di Jepang.
"Saya berharap TKI di Jatim dapat bekerja," pungkasnya.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
PMI Kena Black List Jepang? Ini Faktanya!

Konjen Jepang Surabaya, Takonai Susumu usai bertemu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
Curated For You
- BPS: 37,54 Persen Rumah Tangga di Surabaya Numpang27 Jul 2025, 13:04 WIB
Editorial Team
EditorZumrotul Abidin
Related Article
Risma dan Andreas Buka Peluang Ekspor bagi UMKM Eks Lokalisasi Dolly11 Agu 2026, 07:58 WIB
KKNT IPB Bantu Hidupkan Kembali Rumah Pembenihan KWT di Ponorogo11 Agu 2026, 06:11 WIB
Jelang HUT Arema, Aremania Bagikan Bunga untuk Kendaraan Plat L10 Agu 2026, 21:40 WIB
Terduga Pembacokan DC vs Petugas Parkir Serahkan Diri ke Polisi10 Agu 2026, 20:48 WIB
Digugat Rp25 Miliar Buntut Ruko Ngagel, Armuji: Digawe Ngaspal Ae Poo10 Agu 2026, 18:07 WIB
Kejari Tanjung Perak Setor Rp4,9 Miliar Hasil TPPU Judol ke Kas Negara10 Agu 2026, 17:55 WIB
7 Siswa Ngawi Mual-Muntah Usai Santap MBG, Polisi Amankan Sisa Makanan10 Agu 2026, 17:16 WIB
Api Terus Hanguskan Gunung Bromo, Kini Capai 742 Hektare10 Agu 2026, 15:57 WIB
Terseret Skandal Aborsi, Runner Up Raka Raki Dipecat dari Pemkot Surabaya10 Agu 2026, 15:09 WIB
[OPINI] Membedah Motif Psikologis di Balik Flexing Pejabat10 Agu 2026, 15:03 WIB
Elektabilitas PDIP di Bawah Gerindra, Hasto: Yang Penting Kerja10 Agu 2026, 13:54 WIB
Survei Kepuasan Prabowo-Gibran Anjlok, Hasto PDIP: Jadi Alarm Koreksi10 Agu 2026, 13:51 WIB
Transaksi Pameran UMKM Surabaya Great Expo 2026 Diklaim Mencapai Rp7 M10 Agu 2026, 12:50 WIB
Pria di Surabaya Pakai Ambulans untuk Mencuri Kursi Pemkot10 Agu 2026, 12:49 WIB
Karhutla Bromo Meluas 550 Hektare, Kini Mengarah ke Permukiman Warga10 Agu 2026, 12:47 WIB
Ketika Legenda Surabaya Ikut Cari Talenta Emas di Soekarno Cup 202610 Agu 2026, 12:45 WIB
Anak yang Sempat Diduga Ditelantarkan Kini Diasuh Pemkot Surabaya10 Agu 2026, 11:05 WIB
BAZNAS Jatim Setuju Zakat sebagai Pengurang Pajak Langsung10 Agu 2026, 10:06 WIB
Bromo Ditutup Akibat Karhutla, Jembatan Kaca Seruni Point Masih Buka10 Agu 2026, 10:00 WIB
Dugaan Runner Up Raka Raki Jatim Minta Pacar Aborsi, Gelar Bakal Dicabut 10 Agu 2026, 09:55 WIB