Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Petasan Rakitan Meledak di Ponorogo, Remaja 16 Tahun Meninggal
Polisi selidiki asal bahan peledak serta penyebab pasti ledakan yang merusak sebagian rumah korban. IDN Times/Riyanto.
  • Ledakan petasan rakitan terjadi di Desa Plosojenar, Ponorogo, menewaskan remaja 16 tahun dan melukai temannya yang mengalami luka bakar serius hingga 80 persen.
  • Polisi segera mendatangi lokasi untuk olah TKP dan menyelidiki asal bahan peledak serta penyebab pasti ledakan yang merusak sebagian rumah korban.
  • Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak meracik bahan peledak sembarangan dan meminta orang tua lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Intinya sih...

  • Kejadian terungkap oleh penjaga sekolah

  • Pelaku masuk lewat jendela, CCTV mati 3 bulan

  • Polisi duga pelaku lebih dari satu orang

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ponorogo, IDN Times - Sebuah ledakan hebat mengguncang rumah warga di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (1/3/2026) petang. Bahan petasan balon udara yang tengah diracik tiba-tiba meledak dan menewaskan seorang remaja berusia 16 tahun.

Korban berinisial R (16) meninggal dunia sesaat setelah ledakan terjadi. Sementara satu remaja lainnya, T (17), mengalami luka bakar hingga 80 persen dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kapolsek Somoroto, Kompol Haryo Kusbintoro, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan laporan dari warga diterima sekitar pukul 17.10 WIB.

“Begitu menerima laporan, kami bersama tim Inafis Satreskrim Polres Ponorogo segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, ledakan diduga kuat berasal dari bahan petasan yang sedang diracik untuk balon udara. Namun, polisi masih mendalami penyebab pasti insiden tersebut, termasuk asal bahan peledak yang digunakan.

Ledakan itu juga menyebabkan kerusakan parah pada bagian rumah, terutama di area tempat peracikan berlangsung. Sejumlah barang di dalam rumah tampak hancur dan berserakan akibat kuatnya daya ledak.

Korban yang masih bernapas langsung dilarikan ke Hospital Bantarangin untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara korban meninggal dunia dibawa ke RSUD dr. Harjono Ponorogo.

Kapolsek mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya agar tidak mencoba meracik bahan peledak secara sembarangan.

“Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar tidak bermain-main dengan bahan peledak. Selain membahayakan diri sendiri, juga bisa membahayakan orang lain di sekitar,” tegasnya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kepemilikan bahan petasan serta kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam kejadian tersebut.

Editorial Team