Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prosesi pemakaman jenazah Ketua DPRD Kota Surabaya Dominikus Adi Sutarwijono di TPU Keputih
Prosesi pemakaman jenazah Ketua DPRD Kota Surabaya Dominikus Adi Sutarwijono di TPU Keputih (IDN Times/Thoriq Achmad D A)

Intinya sih...

  • Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengenang amanat mendiang Adi "Awi" Sutarwijono yang meninggal dan menyampaikan pesan Awi untuk berjuang demi masyarakat miskin.

  • Menurut Eri, Awi meninggalkan warisan penurunan angka kemiskinan dan stunting selama kepemimpinannya sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya.

  • Eri berharap semangat perjuangan Awi dapat menjadi penyemangat bagi para pemangku kepentingan masyarakat terutama DPRD Kota Surabaya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi turut mengenang warisan dan amanat mendiang Adi "Awi" Sutarwijono yang dimakamkan di TPU Keputih Surabaya pada Kamis (12/2/2026). Pada prosesi pemakaman Ketua DPRD Kota Surabaya tersebut, tampak Eri hadir di samping para pejabat politik lainnya dan puluhan kader DPC PDI Perjuangan.

Eri turut menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Awi yang telah disemayamkan sore tadi. Ia juga menyampaikan amanat-amanat yang ditinggalkan oleh Awi untuk Kota Surabaya. "Mas Awi tidak hanya berpesan kepada saya saja (mengenai pembangunan Kota Surabaya), tetapi juga kepada beberapa anggota DPRD yang tadi menyampaikan, (bahwa) kita ini harus berjuang untuk masyarakat miskin," sampainya kepada awak media.

Ia menegaskan bahwa Awi meninggalkan pesan kepada para pemangku kepentingan agar terus berjuang dan berusaha agar masyarakat miskin di Kota Surabaya bisa sejahtera. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam isu pembangunan Kota Surabaya adalah angka kemiskinan. Bila mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya, per 22 September 2025, jumlah penduduk miskin Kota Surabaya turun sebesar 11,53 ribu jiwa, dibandingkan pada Maret 2025 yang mencapai 116,62 ribu jiwa.

Penurunan angka kemiskinan itu, menurut Eri, merupakan salah satu warisan yang ditinggalkan selama masa kepemimpinan Awi sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya untuk periode 2024-2029 itu.

Selain itu, Awi juga meninggalkan beberapa sumbangsih dalam riwayat pembangunan Kota Surabaya, salah satunya adalah penurunan angka stunting. "Itu (warisan) pemerintah daerah dan DPRD, bukan pemerintah kota. yang salah satunya itu merupakan sumbangsih Awi sebagai pimpinan DPRD, yang terus menjaga anggaran (APBD), menjaga kestabilan, menjaga kebersamaan, di dalam perjuangan untuk kepentingan umat," lanjut Eri.

Dalam rangka mengenang dan meneruskan semangat perjuangan Awi, Eri juga menyampaikan bahwa sosoknya diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para pemangku kepentingan masyarakat terutama DPRD Kota Surabaya.

"(Dalam menjalani) perjuangan untuk melayani kepentingan umat, hari ini beliau dipanggil, kembali kepada tuhannya. Maka, saya berharap kepada seluruh pemerintah kota agar bisa melanjutkan perjuangan Mas Awi. Bahwa apapun keputusan yang kita ambil, akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa," tukas Eri.

Sekitar pukul 16.00, para pelayat mulai meninggalkan area TPU Keputih. Di samping itu, keluarga, beberapa kerabat dan orang-orang yang menghadiri pemakaman masih mengambil foto, menabur bunga, dan menahan isak tangis setelah menghantar jenazah Awi ke liang lahat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team