Surabaya, IDN Times - Praktik poligami masih terjadi di Kota Surabaya. Pada semester 1 tahun ini saja, Pengadilan Agama (PA) mencatat ada lima pengajuan poligami. Jumlah ini menurun dibanding tahun lalu, sembilan perkara poligami. Namun alasan faktor pengajuannya disorot pengadilan.
Terkait rincian pengajuan izin poligami yang diterima Pengadilan Agama Surabaya. Yakni pada bulan Januari ada satu perkara, bulan Februari ada tiga perkara, bulan Mei ada satu perkara dan bulan Juni ada satu perkara.
"Pengajuan izin poligami ini bervariasi, di antaranya satu perkara pada Januari, tiga perkara pada Februari, serta masing-masing satu perkara pada Mei dan Juni,” ujar Humas PA Surabaya, Akramudin, di Surabaya, Senin (21/7/2025).
Akram menjelaskan, permohonan izin poligami yang diajukan umumnya merupakan kesepakatan antara suami dan istri pertama. Artinya, pihak suami yang akan berpoligami ini telah mendapatkan izin dari istrinya.
"Jadi memang sudah ada persetujuan bersama untuk mengajukan izin poligami,” katanya.
Menurut Akram, berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, terdapat sejumlah syarat yang membolehkan suami berpoligami.
Syarat tersebut antara lain istri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai istri, istri mengalami cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan, atau istri tidak dapat melahirkan keturunan.
Selain itu, lanjutnya, suami juga harus mampu berlaku adil terhadap semua istrinya dan mendapat persetujuan dari istri pertama. Namun, dalam praktiknya, banyak pasangan yang tetap mengajukan izin poligami meski telah memiliki anak.
"Alasan yang sering kami dengar, di antaranya pihak istri merasa tidak mampu melayani suami atau karena kondisi ekonomi keluarga yang sudah mapan sehingga istri enggan melayani suami,” terang Akram.
Ia menambahkan, tak sedikit pula pihak istri yang secara langsung mencarikan calon pasangan kedua untuk suaminya. "Kebanyakan memang istri yang mencarikan pasangan untuk suaminya, sehingga kemudian mengajukan izin poligami,” katanya.
Ketika ditanya terkait kemungkinan adanya permohonan izin poliandri atau seorang perempuan yang ingin memiliki lebih dari satu suami, Akram menegaskan hal tersebut tidak diperbolehkan dalam ajaran Islam. "Tidak ada, dan dalam agama juga memang tidak diperbolehkan,” pungkasnya.