Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pendaki Gunung Lawu Baku Hantam Gegara Rebutan Spot Foto
Tangkapan layar keributan di Gunung Lawu. Dok. Istimewa.
  • Keributan antarpendaki di puncak Gunung Lawu terjadi karena rebutan spot foto antara rombongan asal Bogor dan Bandung pada Minggu pagi, 26 April 2026.
  • Pihak kepolisian membenarkan insiden tersebut setelah video keributan viral di media sosial, namun tidak ada laporan hukum karena kedua pihak berdamai secara kekeluargaan.
  • Basecamp pendakian memfasilitasi perdamaian dan meminta kedua rombongan membuat video klarifikasi serta menyampaikan permohonan maaf untuk meredam reaksi warganet.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Magetan, IDN Times - Sebuah video beredar viral di media sosial yang merekam keributan antarpendaki di puncak Gunung Lawu. Berdasarkan data yang dihimpun IDN Times, insiden itu terjadi Minggu (26/4/2026) pagi sekitar pukul 06.48 WIB itu dipicu hal sepele. Rebutan spot foto di titik favorit puncak.

Dua rombongan pendaki terlibat dalam ketegangan tersebut. Satu kelompok berasal dari Bogor dengan 13 orang, sementara kelompok lain dari Bandung berjumlah sekitar 20 orang. Keduanya diketahui mendaki melalui jalur Candi Cetho di Karanganyar, sebelum akhirnya berselisih saat berada di area puncak.

Kapolsek Plaosan, AKP Agus Budi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut pihak kepolisian langsung bergerak menelusuri informasi setelah video keributan tersebar luas di media sosial.

“Benar, sempat terjadi keributan antarpendaki di puncak Lawu karena rebutan spot foto. Kami mencari informasi karena videonya sudah viral,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Meski sempat memanas, insiden ini tidak berujung pada proses hukum. Kedua rombongan memilih menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan setelah difasilitasi pihak basecamp jalur pendakian saat turun gunung.

“Tidak ada laporan ke Polsek. Saat turun, kedua pihak sudah dipertemukan dan sepakat berdamai,” tegas Agus.

Namun, viralnya video membuat kasus ini kembali mencuat dan menuai reaksi luas dari warganet. Untuk meredam polemik, pihak basecamp menghubungi ketua masing-masing rombongan yang telah kembali ke daerah asal.

Hasilnya, kedua pihak sepakat menyampaikan permohonan maaf dan akan membuat video klarifikasi sebagai bentuk tanggung jawab atas kegaduhan yang terjadi.

Editorial Team