Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi driver ojol perempuan (IDN Times/Rachma Syifa)
ilustrasi driver ojol perempuan (IDN Times/Rachma Syifa)

Intinya sih...

  • Pemkot Surabaya menyiapkan tempat penitipan khusus bagi anak pengemudi ojek online (Ojol) agar para pengemudi, terutama perempuan, tidak membawa anak saat bekerja.

  • Program ini berawal dari temuan seorang pengemudi ojol yang membawa anaknya saat bekerja, sehingga pemkot memberikan solusi dengan memfasilitasi pendidikan dan penitipan anak kepada Ojol tersebut.

  • Pemkot Surabaya akan berkolaborasi dengan Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Satres PPA-PPO) Polrestabes Surabaya untuk memberikan imbauan kepada seluruh pengemudi ojol perempuan agar tidak membawa anak saat bekerja.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah menyiapkan tempat penitipan khusus bagi anak pengemudi ojek online (Ojol). Hal ini agar para pengemudi ojol, terutama perempuan tidak membawa anaknya saat sedang bekerja, sebab hal itu dinilai membahayakan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, tempat penitipan anak tersebut menjadi program khusus pemerintah kota untuk membantu perempuan pengemudi ojol . "Kita juga punya program agar perempuan-perempuan yang ojol, kami bisa berikan bantuan agar anaknya tidak diajak untuk bekerja," ujarnya, Jumat (23/1/2026).

Eri menuturkan, program tersebut berawal dari temuan seorang pengemudi ojol yang membawa anaknya saat bekerja. "Pada waktu itu Pak Kapolres (sedang) makan, ada driver Ojol yang kehilangan helm. Ditanyalah sama Pak Kapolres, nah ternyata (driver itu) juga mengajak putranya,” tuturnya.

Menurutnya, anak tersebut masih berusia empat tahun dan berpotensi mengalami bahaya jika terus diajak bekerja di jalan. "Ketika mengajak putranya, maka kita berkoordinasi, anak ini tadi saya panggil ibunya agar tidak lagi membawa anaknya bekerja, kan bahaya," katanya.

Pemkot Surabaya kemudian memberikan solusi dengan memfasilitasi pendidikan dan penitipan anak kepada Ojol tersebut. "Anaknya umur 4 tahun. Alhamdulillah kita sekolahkan di PAUDnya pemerintah kota, yang kita juga ada penitipan," ujarnya.

Eri menyebut, ke depan pemkot akan berkolaborasi dengan Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Satres PPA-PPO) Polrestabes Surabaya untuk memberikan imbauan kepada seluruh pengemudi ojol perempuan agar tidak membawa anak saat bekerja.

"Sehingga saya juga menyampaikan untuk Kepala Dinas Perempuan dan Anak, nanti dengan Kasat PPA-PPO Polrestabes Surabaya agar mengundang seluruh ojol wanita untuk memberikan imbauan agar tidak mengajak anak saat bekerja," katanya.

Ia menyebutkan, Pemkot Surabaya telah menyiapkan fasilitas penitipan anak, khususnya bagi para pengemudi ojol perempuan. Langkah tersebut bertujuan untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi anak. "Pemerintah kota akan berkolaborasi untuk itu, baik sekolahnya maupun penitipan anaknya. Sehingga anak ini akan merasakan kenyamanan dan ketenangan dan tidak bahaya,” pungkas dia.

Editorial Team