Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemkot Surabaya Gelar Pasar Murah di 93 Titik, Ada Beras-Daging Sapi
Pasar murah di Surabaya. (Dok. Istimewa)

  • Pemkot Surabaya menggelar pasar murah di 93 titik pada 2 dan 5 Maret 2026 untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan.

  • Komoditas utama yang dijual meliputi beras, gula, minyak goreng, telur, cabai, daging sapi dan ayam dengan harga di bawah pasar guna menjaga daya beli masyarakat.

  • Dinkopumdag melakukan pemantauan harian dan bekerja sama dengan daerah penghasil pangan agar stok tetap aman serta mencegah lonjakan harga selama Ramadan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menggelar pasar murah serentak di 31 kecamatan sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan. Pasar tersebut ada di 93 lokasi di seluruh Kota Surabaya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, serta Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya, Mia Santi Dewi, menyampaikan bahwa pasar murah akan digelar pada 2 Maret 2026 mulai pukul 07.30 WIB di 31 lokasi. Kemudian dilanjutkan pada 5 Maret 2026 mulai pukul 08.00 WIB di 62 lokasi.

“Pelaksanaannya kami sesuaikan menjadi tanggal 2 dan 5 Maret, dan akan digelar serentak di seluruh kecamatan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” kata Mia, Sabtu (28/2/2026)

Dalam kegiatan ini, komoditas yang dijual tetap difokuskan pada kebutuhan pokok masyarakat, seperti beras, gula, minyak goreng, telur, cabai merah, daging sapi, daging ayam, bawang merah, dan bawang putih. Seluruh komoditas dijual dengan harga di bawah harga pasar sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga daya beli warga.

Berdasarkan pemantauan, komoditas yang paling banyak dicari masyarakat masih didominasi beras, minyak goreng, dan gula. Telur juga mulai banyak diburu menjelang Ramadan karena meningkatnya kebutuhan untuk membuat kue dan menyiapkan hidangan berbuka puasa.

“Kalau sekarang ini yang paling banyak dibeli tetap beras, minyak, dan gula. Telur juga sudah mulai banyak dicari karena kebutuhan Ramadan,” jelas Mia.

Ia menambahkan, untuk komoditas seperti daging dan cabai, lonjakan permintaan biasanya terjadi sekitar 10 hari hingga dua minggu menjelang Lebaran. Pada periode tersebut, kebutuhan rumah tangga meningkat sehingga permintaan ikut terdongkrak.

Menurut Mia, tujuan utama pasar murah adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat terkait ketersediaan bahan pokok. Selain memastikan stok tetap tersedia, kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah menjaga stabilitas harga dan mengendalikan potensi inflasi.

“Kita ingin masyarakat tidak khawatir soal ketersediaan barang. Dengan adanya pasar murah, komoditas yang berpotensi memicu kenaikan harga tetap tersedia dan bisa diakses dengan mudah,” tuturnya.

Ia menjelaskan, kenaikan harga pada beberapa komoditas, seperti cabai, sering kali dipengaruhi faktor eksternal, misalnya gangguan produksi di daerah penghasil akibat cuaca atau curah hujan tinggi. Namun berdasarkan data yang dikoordinasikan bersama Badan Pusat Statistik (BPS), harga kebutuhan pokok di Surabaya selama Januari hingga Februari masih relatif stabil.

Untuk menjaga kondisi tersebut selama Ramadan, Dinkopumdag melakukan pemantauan harian di pasar-pasar pantauan. Jika ditemukan kenaikan signifikan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan dinas terkait, termasuk Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), guna menelusuri penyebab dan mencari solusi cepat.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga menjalin kerja sama langsung dengan sejumlah daerah penghasil bahan pangan. Komoditas dari daerah yang telah menandatangani nota kesepahaman dengan Pemkot kemudian didistribusikan ke Surabaya, khususnya untuk produk pertanian seperti sayur, buah, dan beras, guna menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan di dalam kota.

“Pasar murah ini bukan hanya soal harga lebih terjangkau, tapi juga upaya menjaga keseimbangan pasar. Harapannya, harga tetap stabil dan masyarakat bisa berbelanja dengan tenang selama Ramadan,” pungkasnya.

Editorial Team