Malang, IDN Times - Sebuah peternakan ayam di Dusun Pijiombo, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang tiba-tiba ambruk pada Selasa (24/2/2026) pagi. Saat kejadian ada sebanyak 7 pekerja yang tengah beraktifitas, 3 di antaranya mengalami luka, 1 orang meninggal dunia, dan 1 masih tertimbun reruntuhan sehingga dalam proses pencarian. Terbaru, korban yang tertimbun dilaporkan ditemukan.
Pekerja Peternakan Ayam yang Ambruk di Malang Ditemukan Meninggal

1. Seorang pekerja yang sempat hilang tertimbun reruntuhan akhirnya ditemukan, tapi dalam kondisi meninggal dunia
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Purwoto menyampaikan jika seluruh korban ambruknya bangunan kandang ayam di Dusun Pijiombo akhirnya berhasil ditemukan. Korban terakhir adalah Rian asal Kabupaten Lumajang yang sempat hilang akibat tertimbun material bangunan. Sayangnya Rian ditemukan tidak selamat saat berhasil dievakuasi pada pukul 12.30 WIB.
"Artinya dalami kejadian ini ada 2 orang meninggal dunia atas nama Thomas dan Rian. Kemudian 3 orang luka-luka yang sudah dilarikan ke puskesmas terdekat," terangnya usai melakukan pencarian.
Sementara untuk kedua korban meninggal, jenazah keduanya kini telah berada di RSUD Kanjuruhan. Mereka menunggu pihak keluarga untuk menjemput kedua jenazah ini.
2. Penyebab ambruknya kandang ayam diduga karena overload
Purwoto juga menjelaskan kalau pihaknya masih memastikan penyebab ambruknya bangunan kandang ayam ini. Tapi diduga bangunan ini ambruk karena bangunan diisi oleh barang yang melebihi kapasitas mulai pakan ayam, serbuk kayu, hingga kandang ayam. Ini menyebabkan bagian belakang bangunan atau sisi utara bangunan ambruk.
"Penyebab kerusakan dan kerugian bangunan masih dalam assesment. Tapi yang pasti luas kandang kurang lebih 12x50 meter persegi, dengan jumlah ternak sekitar 25.000 ekor," bebernya.
3. Operasi pencarian korban ambruknya kandang ayam di Malang resmi ditutup
Lebih lanjut, Purwoto menyampaikan jika operasi pencarian korban ambruknya bangunan kandang ayam di Dusun Pijiombo kini resmi ditutup. Mereka juga telah melakukan evaluasi pencarian dan berterima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pencatatan.
"Penanganan tepah selesai pada pukul 12.30 WIB, sehingga kami nyatanya operasi pencarian ditutup. Kami mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia, semoga amal ibadahnya diterima," pungkasnya.