Malang, IDN Times - Pasar sembako murah yang diinisiasi oleh Diskopindag Kota Malang bersama Kecamatan Kedungkandang pada Selasa (10/3/2026) di Kantor Kecamatan Kedungkandang berakhir ricuh. Ini karena masyarakat yang sudah antri lama tidak mendapat kesempatan menebus smebako murah karena stoknya habis.
Pasar Sembako Murah di Kota Malang Berakhir Ricuh

1. Warga mengamuk karena kehabisan strok sembako murah
Pada awalnya, sembako murah yang dikhususkan untuk warga Kecamatan Kedungkandang ini berjalan lancar sejak pagi hari. Warga membuat antrian secara tertib meskipun panjang antrian mengular panjang akibat antusiasme warga yang tinggi.
Menjelang siang hari, sejumlah warga tiba-tiba saling serobot antrian hingga menyebabkan cekcok kecil. Tapi emosi warga meledak saat pihak Diskopindag Kota Malang mengumumkan bahwa stok sembako telah habis. Kemarahan warga tidak terbendung lagi hingga melakukan aksi salong dorong sampai menyebabkan pagar kantor kecamatan roboh.
"Kami sudah antri sampai panas-panasan di bulan puasa, tapi malah tidak dapat apa-apa. Mana ini camatnya, katanya semua warga dapat," ucal salah seorang warga bernama Siti.
2. Kericuhan dapat diredam usai Satpol PP menertibkan warga
Kericuhan ini sempat membuat Satpol PP yang menjaga pasar sembako murah ini kewalahan karena ada ratusan warga yang didominasi ibu-ibu ini mengamuk. Pihak Satpol PP menghadang warga agar tidak melakukan pengerusakan lebih banyak.
"Kita hanya menuntut tanggungjawab camat yang menjanjikan semua warga dapat. Tapi kami malah gak dapat apa-apa, percuma kami antri panjang," tegas Siti.
Massa akhirnya berangsur kondusif saat pihak Kecamatan Kedungkandang dan Diskopindag Kota Malang menjanjikan akan ada pasar sembako murah lagi. Warga akhirnya membubarkan diri pada sore hari setelah dijanjikan akan ada pasar murah sembako lagi kedepannya selama bulan ramadan.
3. Sebanyak 1.300 sembako murah disalurkan di Kecamatan Kedungkandang
Di tempat terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Diskopindag Kota Malang, Luh Putu Eka Wilantari mengungkapkan jika sebanyak 1.300 paket sembako murah disalurkan di Kecamatan Kedungkandang. Isi paket sembako ini diantaranya beras premium 5 kilogram, gula pasir premium 1 kilogram, dan minyak goreng 2 liter.
"Kalau di pasaran harga paket sembako ini normalnya Rp150 ribu dijual dengan harga Rp50 ribu dengan adanya bantuan subsidi dari pemerintah. Satu KTP hanya boleh membeli satu paket, dan yang di KTP-nya status pekerjaannya PNS, TNI, Polri, BUMN dan pensiunan tidak diperbolehkan. Kita mengutamakan para lansia, keluarga kurang mampu dan janda tua," paparnya.
Ia mengungkapkan antrian terjadi sejak pukul 06.00 WIB sampai pukul 10.45 WIB karena paket sembako terjual habis. "Kami minta maaf kepada warga apabila ada yang belum kebagian paket sembako. Hal ini karena keterbatasan jumlah paket yang disamakan dengan kecamatan lain," pungkasnya.