Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Properti Jatim 2026 Mulai Bergerak, Pengembang Incar Pasar Gen Z
Salah satu rumah di Perumahan Shoji Land di Sidoarjo. (Dok. Istimewa)
  • Pasar properti Jawa Timur 2026 menunjukkan tanda pemulihan dengan pertumbuhan penjualan 7,83 persen yoy, meski daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.
  • Pengembang mulai menyasar segmen milenial dan Gen Z yang mengutamakan desain fleksibel, aksesibilitas, serta fungsi ruang yang mendukung gaya hidup modern.
  • Salah satu contohnya, Shoji Land meluncurkan program 'Kaito Bloom This May' dengan konsep growing house untuk menjawab kebutuhan estetika dan efisiensi generasi muda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Pasar properti di Jawa Timur pada 2026 masih berada dalam fase pemulihan bertahap. Sejumlah indikator menunjukkan penjualan mulai bergerak, meski daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.

Data Bank Indonesia mencatat pertumbuhan harga properti residensial nasional pada triwulan IV 2025 hanya mencapai 0,83 persen secara tahunan (year on year/yoy). Di sisi lain, penjualan properti residensial mulai menunjukkan perbaikan dengan pertumbuhan 7,83 persen yoy.

Di Jawa Timur, pasar properti masih ditopang segmen rumah menengah hingga premium, terutama di kawasan penyangga Surabaya seperti Sidoarjo dan Gresik. Pelaku industri menilai konsumen kini semakin selektif dalam memilih hunian, khususnya kalangan milenial dan Gen Z.

Selain mempertimbangkan harga, kelompok konsumen muda dinilai mulai mengutamakan desain rumah, aksesibilitas, hingga fungsi ruang yang mendukung produktivitas dan gaya hidup modern.

Kondisi tersebut direspons sejumlah pengembang dengan menghadirkan produk yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar. Salah satunya dilakukan Perumahan Shoji Land di Sidoarjo melalui program “Kaito Bloom This May” selama Mei 2026.

Dalam program tersebut, Shoji Land menawarkan tipe hunian Kaito dan Kaito Go yang menyasar segmen milenial dan Gen Z. Tipe Kaito mengusung konsep “growing house” dengan desain fleksibel yang dapat menyesuaikan kebutuhan penghuni.

Hunian tersebut memiliki luas bangunan 120 meter persegi dengan tambahan mezzanine seluas 30 meter persegi. Pengembang juga melengkapi kawasan dengan fasilitas pendukung seperti taman tematik dan area bermain anak di Ashita Garden.

SPV Marketing Shoji Land, Nea, mengatakan konsep hunian tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan generasi muda yang mengutamakan estetika, efisiensi, dan kemudahan akses.

"Melalui tipe Kaito House by Shoji Land dengan konsep growing house, tipe ini sejalan dengan pemikiran generasi milenial maupun Gen Z saat ini yang memegang konsep aesthetic dalam hidup dan kemudahan serta efisiensi,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih, pengembang mulai mengubah pendekatan pemasaran. Rumah kini tidak hanya diposisikan sebagai tempat tinggal, tetapi juga bagian dari gaya hidup dan ruang produktivitas keluarga muda.

Sebelumnya, DPD Realestat Indonesia (REI) Jawa Timur menyebut pasar properti 2026 masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari lemahnya daya beli masyarakat, kenaikan biaya konstruksi, hingga persoalan regulasi lahan. Meski demikian, kebutuhan hunian di kawasan urban dan penyangga kota besar dinilai tetap tinggi.

Editorial Team