Surabaya, IDN Times - Aksi pencurian kendaraan bermotor terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftachussunnah Jalan Kedung Tarukan, Surabaya. Pelaku YA (22), warga Sawah Pulo Kulon, Ujung Semampir babak belur dimassa warga.
Salah satu santri Hidayat Jati (20) mengatakan, pencurian itu terjadi pada Selasa (17/2/2026) pukul 18.20 WIB saat santri sedang salat makhrib. Korbannya adalah Faisol yang merupakan pengajar di pondok tersebut.
Saat itu, motor Faisol yang merupakan Honda Vario tengah diparkir di depan aula pondok. Dua pelaku melakukan aksi pencurian dilakukan ketika para jemaah tengah membaca wirid.
"Santri keluar melihat pelaku sudah membawa motor ustad Faisol. Terus dikejar dan diteriaki maling," ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Aksi pencurian yang diketahui santri ini, membuat pelaku kabur. Santri dan warga yang mengetahui itu langsung mengejar pelaku. "Pelaku dikejar tertangkap di Jalan Pacar Kembang," kata Hidayat.
Saat pelaku sudah tertangkap, warga kemudian menghajar pelaku. Sementara, pelaku lainnya berhasil kabur. " Iya sempat dimassa di sana. Dia mengaku warga Bulak Banteng," tutur dia.
Aksi pencurian ini membuat rumah kontak motor milik korban rusak. Bukan sekali motor Faisol itu juga pernah menjadi sasaran percobaan pencurian aksi pencurian.
Kanit Reskrim Polsek Tambaksari AKP Sukram membenarkan aksi pencurian ini. Pelaku telah dibawa ke Mapolsek Tambaksari untuk diperiksa. "Benar sudah diamankan. Tersangka inisial YA," terangnya.
Sukram menjelaskan, dari tangan tersangka polisi menyita barang bukti sebuah kunci T, mata kunci T, kunci motor dan motor Honda Vario milik korban.
