Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Niat Cari Keponakan, Pria di Magetan Temukan 2 Pemuda Tewas di Jurang
Dua pemuda pengendara motor ditemukan tewas di dasar jurang Desa Plumpung Kecamatan Plaosan. (IDN Times/Istimewa)
  • Sardianto menemukan dua pemuda, Deva Yogi Setiawan dan Sabian Ahktar Zamil, tewas di jurang persawahan tepi Jalan Raya Plaosan–Poncol saat mencari keponakannya, Sabtu malam.

  • Polisi menemukan Honda Scoopy milik korban dalam kondisi rusak serta bekas benturan pada pohon tepi jurang; keduanya diduga mengalami kecelakaan tunggal sebelum terperosok.

  • Pemeriksaan medis awal tidak menemukan tanda kekerasan selain memar akibat benturan. Polisi meminta visum dan memeriksa saksi, sementara keluarga menolak autopsi dalam.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Magetan, IDN Times – Niat hati ingin mencari sang keponakan yang tak kunjung pulang, seorang warga di Kabupaten Magetan justru mendapati pemandangan memilukan. Sardianto (46) menemukan dua orang pemuda sudah tak bernyawa tergeletak di dasar jurang ladang persawahan tepi Jalan Raya Plaosan–Poncol, masuk Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Sabtu (17/10/2026) malam.

Diketahui, kedua korban meninggal dunia tersebut adalah Deva Yogi Setiawan dan Sabian Ahktar Zamil, yang merupakan warga Desa Janggan, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan.

1. Berawal dari sorotan senter saat cari keponakan

Dua pemuda pengendara motor ditemukan tewas di dasar jurang Desa Plumpung Kecamatan Plaosan. (IDN Times/Istimewa)

Kapolsek Plaosan, AKP Agus Budi Witano, membenarkan insiden penemuan jasad dua pemuda tersebut. Peristiwa ini bermula sekitar pukul 22.30 WIB ketika Sardianto menyisir jalur Plaosan–Poncol untuk mencari keponakannya.

Saat melintas di lokasi kejadian, mata Sardianto tertuju pada serpihan helm pecah di dekat sebuah pohon tepi jalan. Merasa ada yang tidak beres, ia lantas mengarahkan sorotan lampu senternya ke arah jurang di bawah jalan.

"Saksi melihat sepeda motor di bawah jalan, lalu turun untuk memeriksa. Di dekat motor Honda Scoopy tersebut, ditemukan dua orang tergeletak, satu terlentang dan satu tertelungkup," ungkap Agus, Minggu (18/10/2026).

Melihat kondisi kedua korban yang sudah tak bergerak, Sardianto segera menghubungi pihak keluarga dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Plaosan.

2. Ditemukan bekas benturan di pohon tepi jurang

Dua pemuda pengendara motor ditemukan tewas di dasar jurang Desa Plumpung Kecamatan Plaosan. (IDN Times/Istimewa)

Petugas Polsek Plaosan bersama tim BPBD Kabupaten Magetan serta tenaga medis langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban.

Dari hasil olah TKP awal, polisi menemukan indikasi kuat terjadinya kecelakaan lalu lintas. Ditemukan bekas benturan keras pada pohon yang berada tepat di tepi jurang.

Sepeda motor Honda Scoopy (AE 5109 NB) milik korban ditemukan rusak di dekat jasad keduanya.

"Dari pemeriksaan awal, diduga kuat sepeda motor yang ditumpangi kedua korban sempat menabrak pohon sebelum akhirnya terperosok jatuh ke area persawahan di dalam jurang," jelas Agus.

3. Tidak ditemukan tanda kekerasan, diduga kecelakaan tunggal

Dua pemuda pengendara motor ditemukan tewas di dasar jurang Desa Plumpung Kecamatan Plaosan. (IDN Times/Istimewa)

Hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau dugaan tindak pidana lain pada tubuh korban, selain luka memar di bagian wajah akibat benturan.

Untuk memastikan penyebab pasti kematian, polisi juga meminta permintaan visum et repertum ke RSUD dr. Sayidiman Magetan.

"Pemeriksaan medis awal menunjukkan tidak ada indikasi tindak pidana. Namun, kami masih akan memeriksa sejumlah saksi untuk merangkai kronologi kejadian secara utuh," tambah Agus.

Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan awal dan evakuasi selesai, kedua jenazah pemuda tersebut langsung diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Janggan untuk dimakamkan.

Pihak keluarga mengaku menerima kejadian ini sebagai musibah, menolak proses autopsi dalam, dan telah menandatangani surat pernyataan resmi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article