Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mudik Lebaran dan Balik 2026, Kamera AI Siaga di Perbatasan Jatim
Ilustrasi mudik lebaran 2025. (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • Pemprov Jawa Timur memanfaatkan kamera berbasis Artificial Intelligence untuk memantau arus mudik dan balik Lebaran 2026 di perbatasan provinsi secara real time.
  • Sistem AI mencatat volume, jenis kendaraan, serta pergerakan harian guna memprediksi puncak arus dan menyusun rekayasa lalu lintas yang lebih presisi.
  • Data dari kamera akan disinkronkan dengan kepolisian dan pengelola tol agar respons terhadap lonjakan kendaraan lebih cepat dan kemacetan dapat ditekan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) memaksimalkan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Kamera pintar berbasis AI kini menjadi salah satu instrumen utama dalam memantau pergerakan kendaraan di pintu-pintu perbatasan provinsi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, Nyono, mengatakan pemantauan kendaraan pribadi tidak lagi sepenuhnya mengandalkan pencatatan manual atau sampling konvensional. Data kini diperoleh secara real time melalui kamera AI yang dipasang di perbatasan Jawa Tengah–Jawa Timur dan Bali–Jawa Timur.

“Untuk kendaraan pribadi, data kami peroleh dari kamera Artificial Intelligence (AI) yang dipasang di perbatasan Jawa Tengah–Jawa Timur dan Bali–Jawa Timur,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Melalui sistem tersebut, pergerakan kendaraan dapat dihitung secara otomatis, termasuk klasifikasi jenis kendaraan serta volume lalu lintas harian. Data ini menjadi dasar analisis untuk memprediksi puncak arus mudik, menentukan skema rekayasa lalu lintas, hingga menyiapkan langkah antisipasi kepadatan.

Berdasarkan hasil analisis sementara, kendaraan yang masuk ke wilayah aglomerasi Surabaya Raya melalui jalan arteri non-tol saat masa angkutan Lebaran diperkirakan mencapai sekitar 251 ribu kendaraan per hari. Sementara kendaraan keluar-masuk Jawa Timur melalui jalan arteri tercatat sekitar 33 ribu kendaraan per hari.

Pemanfaatan AI ini juga memungkinkan Dishub Jatim melakukan respons lebih cepat jika terjadi lonjakan signifikan di titik tertentu. Data yang terkumpul akan dikolaborasikan dengan instansi lain, termasuk kepolisian dan pengelola jalan tol, guna memastikan kelancaran arus lalu lintas.

“Data tol nantinya akan kami sinkronkan dengan Jasa Marga,” kata Nyono.

Nyono menambahkan, Pemprov Jatim menargetkan pengelolaan arus mudik tahun ini lebih presisi dan berbasis data. "Langkah ini diharapkan mampu menekan potensi kemacetan, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta memperkuat sistem transportasi yang adaptif terhadap dinamika pergerakan masyarakat saat Lebaran," pungkasnya.

Editorial Team