Surabaya, IDN Times - Mobil dinas berpelat merah nomor polisi L 1901 EP yang viral saat momen Lebaran Idul Fitri 2026 di Jombang ternyata milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya. Mobil Toyota Avanza tersebut terekam melintas di Jalan Arteri Nasional Bandarkedungmulyo, Jombang.
Komisioner KPU Surabaya Bidang Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat (Sosdiklih Parmas), dan SDM, Subairi, mengakui bahwa mobil tersebut memang digunakannya. Namun, ia mengklaim mobil itu tidak digunakan untuk mudik.
"Iya (mobil milik KPU), saya yang pakai itu H+2. Iya, bukan dalam rangka mudik. Kalau mudik, kan sebelum Lebaran," ujar Subairi kepada IDN Times, Jumat (27/3/2026).
Subairi mengatakan mobil tersebut hanya dipinjam selama satu hari untuk mengantarkan anaknya berziarah ke makam ibundanya di Blitar. Ia menegaskan tidak menggunakan mobil tersebut untuk keperluan lain.
"Itu saya tidak mudik. Saya mengantar anak. Kebetulan anak saya piatu, ditinggal ibunya sejak setahun lalu. Saya mengantar ziarah ke makamnya di Blitar. Saya tidak mudik, saya bukan asli Blitar," jelas Subairi.
Ia memastikan seluruh biaya operasional mobil, mulai dari bahan bakar minyak (BBM) hingga tol, ditanggung dari kantong pribadinya.
"Saya pinjam sehari dan saya pastikan tidak ada sepeser pun uang negara yang saya pakai. BBM dan tol saya bayar sendiri," katanya.
Subairi juga menyebut selama ini pihaknya tidak pernah menerima surat terkait larangan penggunaan mobil dinas saat Lebaran.
"Saya sejauh ini belum pernah menerima atau membaca adanya larangan atau imbauan penggunaan mobil dinas selama Lebaran," ujarnya.
Sebelumnya, mobil dinas berpelat merah nomor polisi L 1901 EP viral saat momen Lebaran. Mobil Toyota Avanza tersebut terekam melintas di Jalan Arteri Nasional Bandarkedungmulyo, Jombang.
Isu ini memicu berbagai spekulasi, termasuk dugaan bahwa mobil tersebut merupakan kendaraan dinas milik Pemerintah Kota Surabaya. Namun, Pemkot Surabaya langsung membantah dan memastikan tidak memiliki mobil dinas dengan nomor polisi tersebut.
Menanggapi polemik yang berkembang, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyatakan akan melakukan pengecekan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
"Saya akan cek lagi laporannya. Karena kejadian seperti ini beberapa kali sebelumnya ternyata bukan untuk mudik, melainkan kendaraan milik instansi yang sedang menjalankan tugas," ujar Emil usai apel pagi dan halalbihalal di Kantor Gubernur Jawa Timur, Rabu (25/3/2026).
