Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Taman Wisata Genilangit di Desa Genilangit, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan sepi pengunjung. IDN Times/ Riyanto.
Taman Wisata Genilangit di Desa Genilangit, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan sepi pengunjung. IDN Times/ Riyanto.

Magetan, IDN Times – Libur lebaran seharusnya menjadi momen emas bagi destinasi wisata. Namun, kondisi berbeda justru dialami Taman Wisata Genilangit di Desa Genilangit, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Meski menawarkan suasana sejuk dan beragam wahana menarik dengan harga terjangkau, tempat ini justru sepi pengunjung imbas rekayasa lalulintas yang kurang tepat. Dan hanya mengandalkan wisatawan dari Wonogiri, Jawa Tengah.


Selama 4 hari libur lebaran, pengunjung harian Genilangit tak pernah tembus 500 orang. Padahal, destinasi ini punya potensi besar sebagai alternatif liburan keluarga yang nyaman dan jauh dari keramaian.

1. Rekayasa lalu lintas merugikan wisata penyangga

Ilustrasi rekayasa lalu lintas. IDN Times/ Riyanto.

Edi Suko Cahyono, pengelola Taman Wisata Genilangit, menilai kebijakan rekayasa lalu lintas di jalur utama Magetan–Sarangan sebagai penyebab utama sepinya wisatawan. Titik krusial ada di pertigaan Sidorejo yang kerap ditutup atau disekat saat libur panjang.


“Kami tidak punya akses utama. Pengunjung dari arah Magetan dan Sarangan jadi sulit ke sini. Yang bisa masuk ya hanya dari arah Wonogiri atau sebagian kecil dari Ponorogo,” ujar Edi, Jumat (4/4/2025).


Ia mengaku sudah berulang kali meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan tersebut agar Genilangit bisa mendapat limpahan pengunjung dari jalur utama wisata. Namun, hingga kini belum ada respons.

2. Dulu jadi destinasi favorit libur lebaran

Wahana Jepang di taman wisata Genilangit di Desa Genilangit, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. IDN Times/ Riyanto.

Taman Wisata Genilangit sebenarnya bisa jadi primadona bagi wisatawan yang ingin menjauh dari keramaian. Sejumlah pengunjung asal Wonogiri mengaku menjadikan tempat ini sebagai destinasi langganan saat libur Lebaran.


“Di sini adem, tenang, banyak wahana seperti ayunan, ATV, hingga spot foto ala Jepang. Tiket masuk juga murah, cuma Rp10 ribu. Kami selalu ke sini setiap libur Lebaran,” kata Asmi, warga Giriharjo, Wonogiri.


Hal serupa disampaikan Dwi Agustin dari Purwantoro. Ia lebih memilih Genilangit daripada harus berdesakan di tempat wisata mainstream.


“Liburan itu kan buat santai, bukan buat stres. Di sini nyaman dan bersih,” katanya.

Tata dan Giza, wisatawan asal Yogyakarta, bahkan menyebut Genilangit jauh lebih menyenangkan dibanding Telaga Sarangan yang menurut mereka terlalu ramai dan kurang terawat.


“Udara di sini sejuk, tidak macet, dan bersih. Cocok buat healing. Sarangan sekarang sudah terlalu padat dan bau kuda,” ujar mereka.

3. Harapan akses ekonomi dibuka

Wahana ayunan langit di taman wisata Genilangit di Desa Genilangit, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. IDN Times/ Riyanto.

Edi dan para pelaku wisata penyangga berharap pemerintah segera mengevaluasi kebijakan lalu lintas agar wisata Genilangit dan lainya tak terus-terusan sepi. Menurutnya, dibukanya akses jalan di depan Polsek Plaosan akan mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan.


“Banyak UMKM, warung dan toko yang tutup karena pengunjung makin sedikit. Kami butuh dukungan kebijakan agar pariwisata dan ekonomi lokal bisa hidup. Dengan membuka akses pertigaan depan Polsek Plaosan keselatan UMKM bisa hidup," tegasnya.

Editorial Team

EditorRiyanto