Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menunggu Magrib dengan Senyum: Ratusan Anak Yatim dan Santunan Ramadan
Santunan anak yatim dilakukan Bank Syariah Indonesia (BSI) saat momen Ramadan. Dok. BSI Surabaya.
  • BSI menggelar program “BSI Berbagi” di Surabaya dengan menghadirkan ratusan anak yatim dan dhuafa untuk berbuka puasa bersama serta menerima perlengkapan sekolah dan santunan Ramadan.
  • Kegiatan ini berlangsung serentak di berbagai kota Indonesia, menjangkau total 5.000 penerima, dengan pusat acara di Aceh Tamiang yang masih dalam masa pemulihan pascabencana.
  • Direktur Utama BSI menegaskan pentingnya pendidikan sebagai fondasi masa depan, menjadikan santunan ini bukan sekadar bantuan tetapi dorongan agar anak-anak terus belajar dan meraih cita-cita.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Menjelang azan magrib, ratusan anak duduk berbaris rapi di sebuah ruangan di Gedung Region Office VIII Bank Syariah Indonesia di Surabaya. Di tangan mereka tergenggam kantong berisi perlengkapan sekolah dan santunan Ramadan. Sesekali terdengar tawa kecil, sebagian anak membuka kantongnya dengan rasa penasaran.

Sore itu, suasana di kantor BSI Surabaya terasa berbeda. Bukan hanya pegawai yang lalu-lalang, tetapi juga ratusan anak yatim dan dhuafa yang datang untuk berbuka puasa bersama dalam program BSI Berbagi.

Di Surabaya, kegiatan ini menjadi salah satu titik pelaksanaan santunan Ramadan bagi anak-anak yatim yang dilakukan serentak di berbagai wilayah Indonesia. Secara nasional, sebanyak 5.000 anak yatim dan dhuafa menerima santunan dalam program yang digelar bersamaan di sejumlah kota.

Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, hadir langsung menyapa anak-anak yang memenuhi ruangan. Ia menyalami satu per satu anak yang duduk di barisan depan, sesekali bertanya nama dan sekolah mereka.

Bagi anak-anak itu, Ramadan tahun ini terasa sedikit lebih hangat. Di tempat lain, kegiatan serupa juga digelar secara paralel di berbagai wilayah operasional BSI, mulai dari Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, hingga Makassar dan Kalimantan. Sementara pusat kegiatan tahun ini dipilih di Aceh Tamiang, daerah yang masih dalam masa pemulihan setelah bencana.

Bagi sebagian anak di sana, kegiatan berbagi ini bukan sekadar santunan. Ia menjadi momen yang menghadirkan kembali keceriaan Ramadan di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan pendidikan merupakan fondasi penting bagi masa depan generasi muda Indonesia. Karena itu, kegiatan berbagi ini tidak hanya dimaksudkan sebagai bantuan sesaat, tetapi juga untuk memberi semangat bagi anak-anak agar terus belajar dan meraih cita-cita.

“Pendidikan menjadi fondasi penting bagi masa depan Indonesia. Melalui kegiatan santunan ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan sekaligus memberi semangat bagi anak-anak agar terus belajar dan meraih cita-cita,” ujarnya.

Program santunan ini merupakan bagian dari kegiatan sosial BSI Berbagi yang rutin dilaksanakan sejak bank syariah terbesar di Indonesia itu berdiri pada 2021. Tahun ini menjadi penyelenggaraan kelima sekaligus bertepatan dengan ulang tahun ke-5 BSI.

Jumlah penerima santunan pun terus bertambah. Jika tahun lalu tercatat 4.444 anak, tahun ini meningkat menjadi 5.000 penerima, atau naik sekitar 20 persen. Selain santunan, BSI juga menyalurkan wakaf Al-Qur’an ke berbagai pesantren di sejumlah daerah.

Editorial Team