Surabaya, IDN Times - Menteri Haji dan Umarah, Mochamad Irfan Yusuf menegur Saudi Airlines usai dua pesawat yang mengangkut jemaah haji mengalami mengalami ganguan teknis. Akibatnya, jemaah asal Embarkasi Surabaya dan Batam mengalami keterlibatan sampai di Madinah, Arab Saudi.
Dua pesawat tersebut, satu di antaranya mengalami gangguan teknis dan harus mendarat darurat di Bandara Kualanamu Medan. Pesawat yang mengangkut jemaah asal Embarkasi Surabaya ini pun harus melakukan perbaikan.
Akibatnya, sebanyak 380 jemaah asal Surabaya yang mengalami penundaan akhirnya diberangkatkan dari Bandara Kualanamu, Medan pada Senin (27/4/2026).
Kemudian , satu pesawat lainnya yang mengangkut jemaah asal Embarkasi Batam tidak beroperasi karena mengalami kerusakan sistem. Akibatnya, ratusan jemaah mengalami penundaan berangkat.
“Kami sudah melayangkan surat teguran keras kepada maskapai. Selama terjadi penundaan, jamaah harus dilayani dengan baik, termasuk penyediaan akomodasi dan konsumsi,” ujar Irfan saat sidak di Asrama Haji Surabaya, Senin (28/4/2026).
Ia pun berharap, bila ada penundaan maskapai menyediakan akomodasi hotel maupun konsumsi bagi jemaah. Di samping itu, pemerintah akan terus memantau kondisi jemaah.
Selain itu dirinya mengimbau kepada jemaah untuk tidak berkecil hati selama pesawat mengalami penundaan. Jemaah bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya selama pesawat sedang menjalankan perbaikan.
“Kami terus melakukan evaluasi terhadap kesiapan maskapai penerbangan haji untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan jamaah,” pungkas dia.
