Kediri, IDN Times – Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Kediri, Marsiyah (105) terus menjaga kesehatannya jelang berangkat ke tanah suci. Warga asal Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri tersebut setiap hari berolahraga ringan, dengan berjalan kaki di depan rumahnya. Hal ini untuk mempersiapkan fisik saat nanti menunaikan ibadah di tanah suci. Nenek penjual jenang ini telah menabung sejak puluhan tahun lalu dan bertekad untuk menunaikan ibadah haji.
Menabung 50 Tahun, Nenek Penjual Jenang di Kediri Berangkat Haji

1. Setiap hari menabung dari hasil penjualan jenang
Nenek Marsiyah mengaku, ia memang berniat menunaikan ibadah haji sejak lama. Ia menyisihkan hasil berjualan bubur di depan rumahnya, mulai dari Rp500-1000, yang dimasukkan ke dalam kaleng dan disimpan di bawah tempat tidurnya. Hal ini sudah dilakukannya sejak 50 tahun lalu.
"Saya berjualan bubur sumsum di pasar saat muda, dan setelah tua saya jualan bubur di depan rumah. Hasil berjualan bubur, sebagian untuk menghidupi anak-anak saya, dan sisanya saya tabung dalam kaleng. Kadang setiap hari menabung," ujarnya, Senin (4/5/2026).
2. Mendaftar haji tahun 2021 dan masuk prioritas
Setelah uangnya terkumpul, nenek Marsiyah mendaftarkan diri ke kantor Kementerian haji Kabupaten Kediri, pada tahun 2021. Dia dapat berangkat setelah mendapatkan prioritas lansia dari Kementerian haji. Rencananya, nenek Marsiyah akan berangkat ke tanah suci pada tanggal 20 Mei, dan tergabung dalam kloter 112. Nenek Marsiah akan berangkat ditemani putri nomor dua, Mu'idah (64).
"Cita-cita saya memang naik haji dan uang saya kumpulkan sejak lama. Saya bersyukur sehat dan masih bisa melihat anak cucu saya," tuturnya.
3. Sempat dinyatakan tidak lolos kesehatan
Menjelang keberangkatannya ke tanah suci, Mu'idah terus membimbing ibunya dengan belajar menghafal doa-doa. Meski sempat dinyatakan tidak lolos kesehatan, namun karena tekat yang kuat dan dukungan dari keluarga, nenek Marsiyah akhirnya dinyatakan lolos kesehatan dan dapat berangkat.
"Ibu saya memang mempunyai tekat untuk berangkat ke tanah suci sejak muda. Bahkan ibu saya sempat dinyatakan tidak lolos kesehatan, saat menjalani pemeriksaan di Puskesmas. Kita dan keluarga yang lain tidak patah semangat dan terus memberikan makanan dan vitamin, sehingga ibu saya dinyatakan lolos kesehatan dan dapat berangkat ke tanah suci." pungkasnya.