Malang, IDN Times - Anies Baswedan ternyata juga hadir dalam tarawih special bertajuk Meneguhkan Hati dan Integrasi di Persimpangan Global di Masjid Raden Patah (MRP) Universitas Brawijaya (UB) pada Selasa (11/3/2026) malam. Di atas mimbar masjid dan di hadapan ratusan jamaah salat tarawih, Anies bicara soal keresahannya ada integritas di Indonesia.
Melalui Mimbar Masjid UB, Anies Bicara Keresahannya Soal Integritas

1. Anies Baswedan mengatakan jika Indonesia memerlukan banyak orang berintegritas
Dalam kesempatan tersebut, Anies mengungkapkan jika bangsa Indonesia sata ini mengalami defisit integritas. Menurutnya bangsa ini butuh orang-orang berintegritas yang memiliki stamina fisik, moral, dan intelektual yang kuat.
"Integritas ini menjadi persoalan, jangan membayangkan integritas urusan nanti kalau sudah punya posisi. Integritas mulainya di rumah, di kampus, di organisasi. Integritas itu dibiasakan, memimpin tanpa memanfaatkan jabatan, menulis laporan dengan jujur, dani menepati janji," terangnya.
Ia mengungkapkan jika jalan untuk menjadi manusia berintegritas melelahkan, kalah, bahkan bisa gagal. Tapi, disitu sesungguhnya kita ditempa dan di glembeng untuk meneguhkan diri.
2. Begini saran Anies untuk meneguhkan integritas di dunia kerja
Dalam kesempatan tersebut, ada mahasiswa yang bertanya terkait meneguhkan hati di dunia kerja yang mungkin jauh dari kata integritas. Anies membagikan sebuah rumus untuk menjawab hal ini yaitu K (kepercayaan) = K1 (kompetensi) + I (Integritas) + K2 (kedekatan) - KP (kepentingan pribadi).
"Seseorang yang berprestasi dan punya integritas yang tinggi, namun mencampurkan kepentingan pribadinya, maka ia akan kehilangan kepercayaan orang lain. Kita diikuti oleh masyarakat karena dipercaya," jelasnya.
3. Orang berintegritas saat ini mudah dikriminalisasi, begini jawaban Anies
Ada juga mahasiswa yang menanyakan kondisi orang berintegritas saat ini mudah dikriminalisasi, sehingga ia mempertanyakan bagaimana menjaga integritas di tengah kriminalisasi. Nengingat maraknya peristiwa hukum yang menimpa pejabat publik saat menjalankan tugas.
"Cara melindungi diri dari kriminalisasi yaitu mengikuti SOP. Sehingga dengan ini maka ruang kriminalisasi sangat kecil," pungkasnya.