IDN Times/Ardiansyah Fajar
Meski mengaku harus siap dengan persyaratan itu, Emil tetap mengisyaratkan adanya kajian lebih mendalam terkait kebijakan tes urine sebelum menikah. Ia juga siap apabila dilibatkan dalam kajian kebijakan tersebut.
Saat ditanya apakah dirinya setuju diberlakukannya hal ini, Emil mengaku belum bisa mengatakan sebelum dilakukannya kajian mendalam tentang tes narkoba.
"Sekarang kalau menjawab pertanyaan seperti ini bukan perihal tepat atau tidak. Itu kan memang harus dipertimbangkan dengan matang, dengan menerima banyak masukan. Jadi kalau saya sebaiknya saya tidak kesusu menjawab kepada wartawan," kata Emil.
Tak hanya itu, Emil juga enggan berkomentar terkait dampak sosial dari tes narkoba, karena ranah pakar sosial dan tokoh masyarakat. Sementara tugasnya sebagai kepala daerah, bisa melakukan kajian apakah kebijakan ini baik atau tidak.
"Kalau saya komentar terhadap dampak sosial itu kukan ranah saya, karena kita bicara bahwa BNN merupakan institusi negara. Kalau dilihat dampak sosial kita serahkan pada para pakar dan tokoh masyarakat, sebaiknya beliau yang berkomentar kalau kami di pemerintahan memang ada ranahnya sendiri," jelas Emil.
"Kalau ditanya terkait sarana sosial itu harus melalui dialog tapi dialog itu tidak bisa di ruang publik begini, saya harus menyampaikan dulu bukan di ruang publik seperti ini. Makanya kita lakukan komunikasi dulu bersama BNN," lanjutnya.