Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Massa Aksi di Depan Mapolda Jatim Bubar Setelah Ditemui Kapolda
Massa aksi di depan Mapolda Jatim saat membubarkan diri. (IDN Times/Khusnul Hasana).

  • Massa aksi 'Reformasi Polri' di depan Mapolda Jatim membubarkan diri setelah ditemui Kapolda.

  • Mereka meminta Polri melakukan pembenahan dan menyampaikan berbagai umpatan kepada polri.

  • Kapolda Jatim, Nanang Avinto keluar menemui massa, mengucapkan minta maaf atas insiden yang dialami Affan, dan Polri pun berjanji akan mengusut tuntas tragedi tersebut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Massa aksi 'Reformasi Polri' di depan Markas Polda Jawa Timur membubarkan diri setelah ditemui Kapolda, Sabtu (30/8/2025). Sebelum bubar, massa sempat memanas. Aksi ini merupakan buntut dari insiden tewasnya Affan Kurniawanakan, pengemudi ojek online yang tewas dilindas mobil kendaraan taktis (rantis) saat aksi di Jakarta.

Pantauan IDN Times di lapangan, masaa aksi nampak tiba di depan Mapolda Jatim sekitar pukul 12.25 WIB. Mereka kemudian melakukan orasi-orasi di atas mobil komando. Mereka meminta Polri melakukan pembenahan.

Sementara, massa aksi berulang kali menyampaikan berbagai umpatan kepada polri. Bahkan terlihat, mereka juga menyalakan flare hingga petasan. Selang setengah jam kemudian, Kapolda Jatim, Nanang Avinto keluar menemui massa. Di kemudian naik di atas mobil komando.

Di depan massa aksi, Nanang mengucapkan minta maaf atas insiden yang dialami Affan. Polri pun berjanji akan mengusut tuntas tragedi yang menewaskan pemuda 21 tahun.

"Pertama-tama kami dari institusi kepolisian mengucapkan mohon maaf atas kejadian yang terjadi belakangan ini.Kepada para oknum anggota juga sudah dilakukan penanganan. Ini adalah bukti daripada kepatuhan hukum yang kita laksanakan dengan menerapkan aturan hukum yang berlaku," ujarnya.

Setelah Kapolda turun dari mobil komando, massa pun mulai memanas. Terlihat berbagai benda, mulai dari botol minuman, gelas minuman hingga benda-benda lainnya pun dilempar ke arah petugas yang berjaga di balik gerbang Mapolda. Tapi, hal tersebut tak berlangsung lama. Massa kemudian membubarkan diri masing-masing.

Editorial Team