Surabaya, IDN Times - Saat bulan Ramadan, pengemis musiman kerap kali bermunculan. Mereka biasanya ada di pinggir jalan saat siang hingga sore hari. Menanggapi hal ini, Satpol PP Surabaya pun mulai melakukan penertiban.
Kepala Bidang Pengendalian Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Surabaya, Mudita Dhira Widaksa mengatakan, bahwa meningkatnya jumlah pengemis ini selalu terjadi setiap tahun mendekati Hari Raya Idul Fitri. Mayoritas dari mereka datang dari luar kota. “Biasanya mendekati lebaran, kebanyakan dari mereka bukan berasal dari Kota Surabaya melainkan dari luar kota. Mereka datang ke Surabaya untuk mencari peruntungan dengan memanfaatkan belas kasihan dari warga,” kata Mudita, Rabu (4/3/2026).
Mudita mengatakan, sebagai upaya meminimalisir adanya aktivitas pengemis musiman tersebut, pihaknya telah melakukan pemetaan petugas pada sejumlah titik yang kerap menjadi tempat para pengemis musiman mangkal. “Kami sudah melakukan pemetaan sejumlah titik rawan, kami intensifkan patroli pada fasilitas umum dan fasilitas sosial,"
Pengemis musiman kerap dijumpai di tempat-tempat ibadah, mulai dari Masjid Al Akbar, Masjid Al Falah hingga Wisata Religi Sunan Ampel. Tempat-tempat ini lah yang kini menjadi perhatian Satpol PP. Mudita menambahkan, dalam pelaksanaannya, pihaknya juga turut berkolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, serta pihak kecamatan, kelurahan, hingga TNI-Polri. “Tentunya kami tidak bekerja sendiri, dalam upaya ini kami turut berkolaborasi dengan berbagai pihak. Kami juga melakukan koordinasi pada kecamatan dan kelurahan setempat untuk meminimalisir adanya pengemis musiman ini,” imbuh Mudita.
Tak hanya itu, Mudita juga menjelaskan, pihaknya telah bekerjasama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya dalam penindakannya. Pengemis dengan KTP Surabaya yang terjaring bakal dibawa ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) hingga ke rumah aman milik DP3A-PPKB.
“Sedangkan bagi pengemis yang terjaring berasal dari warga luar kota, akan dimasukkan ke Liponsos terlebih dahulu, kemudian berkoordinasi dengan Dinsos Provinsi Jawa Timur untuk proses pemulangan ke daerah asal,” tambah Mudita.
Lebih lanjut, Mudita juga turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga ketertiban kota. Ia mengimbau untuk tidak memberi di jalanan dan melaporkan temuan pengemis melalui kanal resmi.
"Silakan warga Surabaya, jika melihat anjal atau pengemis di fasum, fasos, atau lampu merah, bisa langsung telepon ke Call Center 112. Petugas akan langsung meluncur untuk melakukan penindakan," pungkasnya.
