Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Malam Idulfitri, Dua Remaja di Surabaya Jadi Korban Bacok Gangster
Ilustrasi pembacokan. (IDN Times/Mia Amalia)
  • Dua remaja asal Dupak, Surabaya, menjadi korban pembacokan oleh sekelompok pemuda bersenjata tajam saat malam Idulfitri 2026.
  • Korban HI mengalami luka bacok serius di punggung kiri, sementara YA masih menjalani observasi medis di RS Surabaya Medical Service.
  • Pihak kepolisian Bubutan telah menerima laporan dan tengah menyelidiki kasus ini dengan menelusuri rekaman CCTV untuk mengidentifikasi para pelaku.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Malam Lebaran Idulfitri 2026 yang seharusnya syahdu berubah menjadi mencekam. Dua orang pemuda asal Dupak, Surabaya menjadi korban pembacokan diduga kelompok gangster, Sabtu (21/3/2026) dini hari.

Dua korban itu adalah HI dan YA. HI mengalami luka senjata tajam dengan lebar 10 sentimeter dan kedalaman 4 sentimeter.

Keluarga korban, PA mengatakan, peristiwa mengerikan itu terjadi saat HI dan YA baru pulang silaturahmi. Sampai di depan gang rumah yang berada di Dupak gang 6, keduanya dihadang oleh sekelompok orang.

Setidaknya ada enam orang yang menghadang HI dan YA. Mereka mengendarai dua sepedah motor dan membawa senjata tajam.

Sekelompok pemuda itu bertanya pada HI dan YA hendak kemana. Mereka pun menjawab mau pulang ke rumah. "Saudara ipar saya itu dihadang terus sempat ditanya sama pelaku anak mana terus mau kemana. Sama saudara saya dijawab mau pulang. Karena memang sudah di depan gang itu,” tuturnya.

Tiba-tiba keenam pemuda itu turun dari sepeda motornya. Seketika, mereka mengeroyok HI dan YA. Senjata tajam yang dibawa oleh para pelaku itu pun mengenai korban. “Dua saudara saya langsung dibawa ke rumah sakit untuk perawatan," sebut PA.

HI mengalami luka bacok, sementara YA masih dalam pemeriksaan medis. "Kemarin adik ipar saya YA itu perlu observasi lanjut di RS Surabaya Medical Service (SMS). HI adik sepupu saya mengalami luka bacok di punggung kiri,” terangnya.

PA menduga, aksi ini merupakan ulah gangster yang melakukan pengeroyokan secara acak, sebab para pelaku disebut telah mengambil handphone korban.

Ia memastikan bahwa kedua saudaranya tidak terlibat masalah apapun dengan para pelaku. “Tidak ada masalah sebelumnya. Tidak senggolan atau apapun. Jadi murni dua saudara saya mau pulang ke rumah nenek lalu dicegat dan dikeroyok,” tutupnya.

Sementara itu, Kapolsek Bubutan Kompol Sandi Putra mengaku telah menerima laporan aksi pembacokan ini. Pihaknya kini telah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mencari pelaku.

“Sudah monitor dan saat ini masih penyelidikan,” terang Sandi. Sejumlah CCTV di lokasi juga sedang dicari untuk diperiksa.

Editorial Team