Blitar, IDN Times - Sejumlah mahasiswi Universita Nahdhaltul Ulama (UNU) Blitar mengaku menjadi kroban pelecehan seksual oleh dosen. Mereka mendapat pelecehan verbal dan non verbal dari dosen tersebut. Pihak kampus sendiri kini masih melakukan pendalaman terhadap laporan tersebut. Para korban kini didampingi oleh Komisariat PMII UNU Blitar.
Mahasiswi UNU BLlitar Laporkan Dugaan Pelecehan Seksual Dosennya

1. Oknum melakukan pelecehan seksual verbal dan non verbal
Ketua Komisariat PMII UNU Blitar, Ahmad Kafi mengatakan pelecehan yang dialami mahasiswi ini dalam bentuk verbal dan nonverbal. Dalam bentuk verbal sang dosen bahkan mengucapkan hal-hal yang tak pantas terucap dari akademisi.
"Yang verbal itu juga pelecehan secara omongan, seperti menyebut bagian intim kepada korban," ujarnya, Minggu (10/5/2026).
2. Pelecehan seksual berlangsung saat mata kuliah
Sementara pelecehan dalam bentuk non verbal, sang dosen nekat memeluk hingga meraba-raba pinggang dan pantat mahasiswi di ruang kuliah. Aksi ini pun dilakukan berulang-ulang ke beberapa mahasiswi. Menurut para korban, saat mata pelajaran sang dosen memang ada larangan untuk membawa HP atau ponsel. Mahasiswi hanya diperkenankan untuk membawa laptop saja. Sehingga para mahasiswa dan mahasiswi tak bisa merekam aksi bejat sang dosen. Karena merasa sudah tertekan akhirnya salah satu korban memberanikan diri laporan ke satgas kampus.
"Semua tindakan itu dilakukan saat jam pelajaran di ruang kuliah saat mata kuliah beliau," tegasnya.
3. Pihak kampus masih lakukan penyelidikan
Sementara itu Wakil Rektor 3 UNU Blitar, Ardhi Sanwidi menyebut bahwa laporan soal dugaan pelecehan itu akan dilakukan penyelidikan. Para mahasiswa pun diminta untuk bersabar menunggu hasil penyelidikan sesuai dengan aturan kampus.
"Saat ini masih proses penyelidikan sesuai dengan peraturan yang berlaku di universitas," pungkasnya.