Surabaya, IDN Times - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan Universitas Syiah Kuala berkolaborasi membantu pemulihan akses air bersih bagi warga terdampak banjir di Aceh Tamiang. Mereka terjun langsung ke lapangan menyalurkan bantuan sekaligus memasang instalasi sederhana agar masyarakat kembali memperoleh air bersih layak pakai.
Dr.rer.nat. Nasori, Ketua pengabdian masyarakat ITS mengatakan, kolaborasi bantuan pemulihan ini merupakan program yang dibentuk oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), melalui Program Mahasiswa Berdampak. Tercatat sebanyak 5.040 mahasiswa yang berasal dari 36 perguruan tinggi telah berkontribusi dalam upaya pemulihan pascabencana di wilayah Aceh. Kolaborasi mahasiswa ITS dan USK ini kemudian menghasilkan proyek yang diberi tajuk Tamiang Berseri: Aplikasi Teknologi Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan Sistem Listrik Photovoltaic serta Penyediaan Air Bersih dalam Rangka Pemulihan Akses Layanan Publik Pascabencana Banjir.
"Kegiatan pengabdian ini dimulai sejak 6 Februari sampai tanggal 16 Maret kemarin," ungkap Dr.rer.nat. Nasori yang juga Kepala Seksi Pengembangan Karakter Direktorat Kemahasiswaan ITS, Rabu (18/3/2026).
