Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
LPG Sempat Langka, Banyuwangi Diguyur 110 Ribu Tabung
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat mengecek stok LPG. Dok. Pemprov Jatim.
  • Pemprov Jatim mengonfirmasi kelangkaan LPG 3 kg di Banyuwangi pada Maret 2026 disebabkan gangguan distribusi akibat lonjakan permintaan, bukan karena kekosongan stok.
  • Sebagai langkah cepat, Pemprov Jatim dan Pertamina menambah pasokan hingga total 110.320 tabung atau sekitar 173,8 persen dari penyaluran normal untuk menstabilkan ketersediaan LPG.
  • Saat ini distribusi LPG di Banyuwangi telah kembali lancar, dengan pengawasan diperketat serta imbauan kepada masyarakat agar tidak panic buying dan menggunakan LPG sesuai kebutuhan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) mengungkap sempat terjadi kelangkaan LPG 3 kilogram (kg) di Kabupaten Banyuwangi pada Maret 2026. Namun, kondisi tersebut dipastikan bukan akibat kekosongan stok, melainkan gangguan distribusi yang dipicu lonjakan permintaan dalam waktu singkat.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, laporan kesulitan LPG muncul di sejumlah titik, khususnya di Desa Genteng Wetan. Kondisi ini dipicu meningkatnya konsumsi rumah tangga dan usaha mikro, serta maraknya pembelian hingga ke tingkat pengecer.

“Perlu kami tegaskan, itu bukan karena stok tidak tersedia, tetapi ada kendala distribusi akibat lonjakan permintaan,” ujarnya di Surabaya, Selasa (7/4/2026).

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemprov Jatim bersama Pertamina langsung melakukan langkah cepat dengan menambah pasokan secara signifikan. Total penyaluran tambahan LPG 3 kg di Banyuwangi selama Maret 2026 mencapai 103.600 tabung atau sekitar 163 persen dari penyaluran normal.

Bahkan, jika ditambah penyaluran fakultatif, total distribusi mencapai 110.320 tabung atau setara 173,8 persen dari rata-rata normal. “Langkah ini dilakukan agar pasokan segera stabil dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” kata Khofifah.

Dari hasil pemantauan di lapangan, antrean di sejumlah pangkalan sempat terjadi saat distribusi berlangsung. Namun, kondisi tersebut bersifat sementara dan berangsur normal setelah pasokan ditambah.

Saat ini, Pemprov Jatim memastikan distribusi LPG di Banyuwangi telah kembali lancar. Pengawasan juga terus diperketat untuk mencegah terjadinya penimbunan maupun lonjakan permintaan yang tidak wajar.

Selain Banyuwangi, laporan serupa juga sempat muncul di Bojonegoro. Pemprov langsung berkoordinasi dengan agen dan pemerintah daerah untuk memprioritaskan penyaluran ke wilayah yang stoknya menipis serta menambah suplai secara bertahap.

Secara keseluruhan, Khofifah memastikan kondisi energi, khususnya LPG dan bahan bakar minyak (BBM), dalam keadaan aman dan terkendali. “Stok LPG di Jawa Timur dalam kondisi aman dan mencukupi. Kami mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi sampai melakukan panic buying," katanya.

Khofifah menekankan, stabilitas energi menjadi prioritas utama karena menyangkut kebutuhan rumah tangga hingga sektor produktif seperti UMKM, petani, dan nelayan. Pemprov Jatim juga memperkuat koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah, Pertamina, Hiswana Migas, hingga TNI/Polri guna memastikan distribusi berjalan lancar di seluruh wilayah.

“Koordinasi terus kami lakukan untuk memastikan distribusi LPG merata dan masyarakat tidak mengalami kesulitan,” tegasnya.

Khofifah kembali mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying, serta menggunakan LPG sesuai kebutuhan agar stabilitas pasokan tetap terjaga. “Kalau masyarakat tetap tenang dan bijak, distribusi akan stabil dan kebutuhan semua bisa terpenuhi,” pungkasnya.

Editorial Team