Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
LPG 3Kg di Ngawi Kian Langka, Harga Tembus Rp35 Ribu
Warga Ngawi harus berkeliling untuk berburu LPG 3Kg. IDN Times/Riyanto
  • Warga Ngawi kesulitan mendapatkan elpiji 3 kilogram menjelang Lebaran 2026, dengan harga melonjak hingga Rp40 ribu per tabung di beberapa wilayah.

  • Pengecer mengaku jatah pasokan dari distributor berkurang drastis, dari sekitar 70 tabung menjadi hanya 20 tabung, membuat stok cepat habis.

  • Pertamina Patra Niaga menyatakan stok elpiji di Ngawi aman dan meminta masyarakat melapor jika menemukan kelangkaan agar segera ditindaklanjuti.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kelangkaan elpiji 3 kilogram terjadi di Kabupaten Ngawi menjelang Lebaran Idulfitri 2026, menyebabkan harga gas melon naik hingga Rp35 ribu–Rp40 ribu per tabung dan warga kesulitan mendapatkan pasokan.
  • Who?
    Warga Ngawi, termasuk Sukiran dan para pengecer seperti Budi Santoso serta Yanto, mengalami kesulitan memperoleh gas. PT Pertamina Patra Niaga melalui Gatot Subroto memberikan tanggapan terkait situasi ini.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, terutama di Desa Gendingan dan Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, serta sejumlah wilayah lain yang terdampak kelangkaan gas.
  • When?
    Kelangkaan mulai dirasakan sejak awal Ramadan dan dilaporkan pada Minggu, 15 Maret 2026, menjelang perayaan Lebaran Idulfitri tahun tersebut.
  • Why?
    Pengecer menyebut jatah tabung dari distributor berkurang drastis dari sekitar 70 menjadi hanya 20 tabung sehingga stok cepat habis sementara permintaan meningkat selama bulan Ramadan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ngawi, IDN Times – Menjelang Lebaran Idulfitri 2026, warga di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengeluhkan sulitnya mendapatkan elpiji 3 kilogram. Gas subsidi yang biasa disebut gas melon itu bahkan dijual hingga Rp35 ribu sampai Rp40 ribu per tabung jika masih tersedia.

Kelangkaan gas ini terjadi di sejumlah wilayah, salah satunya di Desa Gendingan dan Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Minggu (15/3/2026). Warga yang datang ke pangkalan maupun pengecer banyak yang harus pulang dengan tangan kosong karena stok kosong.

1. Warga harus keliling mencari gas

Warga Ngawi harus berkeliling untuk berburu LPG 3Kg. IDN Times/Riyanto

Sejak awal Ramadan, warga mulai kesulitan mendapatkan elpiji 3 kilogram. Banyak warga harus berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lain, bahkan ke sejumlah warung pengecer.

Sukiran, salah satu warga, mengaku sudah mencari gas di beberapa tempat namun semuanya kosong. Jika pun ada, harganya jauh di atas harga normal.

“Kalau tidak ada gas saat puasa begini bagaimana? Tadi sudah cari di tiga tempat kosong semua. Terpaksa nanti pakai kayu bakar. Kalau pun ada harganya sampai Rp40 ribu,” ujarnya.

2. Jatah tabung pengecer dipangkas

Masyarakat pontang panting cari gas elpiji 3 Kg yang saat ini hilang dari pasaran. IDN Times/Riyanto.

Kelangkaan ini juga dirasakan para pengecer elpiji. Mereka mengaku kesulitan mendapatkan pasokan dari distributor.

Budi Santoso, salah satu pengecer, mengatakan jatah tabung yang ia terima kini jauh berkurang.

“Kasihan warga, cari gas tidak ada. Jatah kita juga dikurangi jadi 20 tabung dari sebelumnya 70 tabung,” katanya.

Akibatnya, stok cepat habis dan tidak mampu memenuhi permintaan warga yang meningkat selama Ramadan.

3. Harga melonjak hingga Rp40 ribu

Gas elpiji 3 Kg yang berada di agen yang hendak disalurkan. IDN Times/Riyanto.

Ketika gas melon tersedia, harganya melonjak jauh dari harga eceran biasa. Warga menyebut harga bisa mencapai Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per tabung.

Pengecer lain, Yanto, mengaku kesulitan mendapatkan pasokan sehingga pelanggan harus menunggu lama.

“Tidak dapat mas, sudah cari ke mana-mana jauh dari rumah. Pelanggan saya akhirnya menunggu. Kalau pun ada sampai Rp40 ribu,” ujarnya.

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga memastikan stok elpiji 3 kilogram di wilayah Ngawi aman menjelang Lebaran. Sales Branch Manager Kediri VI Gas PT Pertamina Patra Niaga, Gatot Subroto, meminta masyarakat melapor jika benar terjadi kelangkaan di lapangan agar segera ditindaklanjuti.

Editorial Team