Surabaya, IDN Times - Sebanyak lima ekor komodo koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) bakal dilepas ke habitat aslinya di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebelum dilepas, lima ekor reptil raksasa itu tengah dilakukan identifikasi dan pemeriksaan kesehatan.
Direktur Operasional Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PD TSKBS), Nurika Widyasanti mengatakan pelepasan lima ekor komodo itu merupakan bagian dari kewajiban KBS sebagai lembaga konservasi. KBS memiliki kewajiban untuk pengembalian satwa atau restocking dan pengembangbiakan atau breeding.
"Memang ada kewajiban sebagai lembaga konservasi ini paling tidak keberhasilan breeding itu ada restocking. Jadi mengembalikan satwa ke habitat aslinya," ujarnya, Senin (9/2/2026).
Total koleksi komodo di KBS kini mencapai 80 ekor. Jumlah tersebut disebut yang paling banyak dibanding dengan lembaga konservasi lainnya.
"Kebetulan saat ini komodo kami ada beberapa yang memang rencana akan kami usulkan untuk di-restocking ke habitatnya. Entah itu di Pulau Komodo atau Pulau Flores," terang dia.
Sebelum dikembalikan ke habibat aslinya, pihaknya tengah mengidentifikasi lima ekor komodo tersrbut, mulai dari jenis kelamin hingga kesehatan satwa.
"Kita harus melakukan pengamatan lalu menghabituasi untuk dilepaskan ke alam yang sudah siap atau layak lepas liar," jelas Nurika.
Rencana pelepasliaran komodo ke habitat aslinya itu tengah diusulkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim untuk diteruskan ke kementrian terkait. Kemungkinan besar, kementrian akan menyetujui usulan ini, sebab komodo adalah salah satu satwa prioritas.
"Kami sudah ajukan ke BKSDA Jatim untuk diusulkan ke Kementerian. Kemungkinan besar pasti realisasi.Karena kan Komodo ini adalah salah satu satwa prioritas," pungkas dia.
