Surabaya, IDN Times - Angkutan umum Suroboyo Bus, dulu digadang-gadang sebagai salah satu solusi mengurangi limbah plastik di Kota Pahlawan. Dengan menggunakan sampah botol bekas sebagai metode pembayarannya, diharapkan barang yang sulit terurai itu terbuang semestinya. Namun, setelah tiga tahun berjalan, kini Suroboyo Bus telah dikomersialisasikan dengan menerima pembayaran uang nontunai.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad menuturkan bahwa penambahan opsi pembayaran dengan uang nontunai bukan berarti menghilangkan esensi Suroboyo Bus sebagai sarana pemanfaatan botol plastik bekas. Alternatif pembayaran ini hadir untuk memenuhi permintaan warga, bukan mencari keuntungan.