Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Konflik Timur Tengah, Travel Umrah Jatim Tunggu Kepastian Berangkat
ilustrasi umroh (pixabay.com/adliwahid)
  • Penyedia travel umrah di Jawa Timur masih menunggu kepastian keberangkatan jamaah akibat ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang membuat sejumlah penerbangan ke Timur Tengah dibatalkan.
  • Ketua AMPHURI Jatim menjelaskan bahwa hotel di Arab Saudi tidak memberikan pengembalian dana meski jamaah batal berangkat karena periode Ramadan dianggap sebagai musim ramai dengan pembayaran yang sudah lunas.
  • Baik pihak travel maupun calon jamaah berharap situasi segera kondusif agar keberangkatan umrah tetap bisa terlaksana sesuai rencana yang telah disiapkan sejak lama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Penyedia jasa travel umroh Jawa Timur masih menunggu kepastian pemberangkatan jemaah ke Tanah Suci menyusul adanya ketegangan yang terjadi di Timur Tengah antara Iran vs Amerika Serikat (AS)- Israel. Akibat ketegangan tersebut, sejumlah penerbangan menuju Timur Tengah, termasuk Arab Saudi telah dibatalkan.

“Bagi jemaah yang terdampak pembatalan, pihak travel masih menunggu perkembangan situasi ke depan,” kata Ketua DPD Asosiasi Perjalanan Haji dan Umrah Indonesia (AMPHURI) Jatim Mohammad Sufyan Arief, Senin (2/3/2026).

Arief menyebut, meskipun saat ini situasi di Timur Tengah sedang tegang, pihak hotel di Arab Saudi tidak mempertimbangkan alasan pembatalan. Sehingga, meskipun calon jemaah batal berangkat bisa jadi uang mereka tidak kembali.

“Saat ini memasuki bulan Ramadan yang merupakan high season. Artinya, kamar tetap dianggap terpakai atau tidak, pembayaran sudah lunas dan sulit untuk dikembalikan,” jelasnya.

Walau demikian, calon jemaah berharap masih bisa berangkat ke Tanah Suci. Ini menunggu situasi di sana sedikit lebih kondusif.

"Seluruh pihak, baik travel maupun jemaah, berharap tetap bisa berangkat ke Tanah Suci selama situasi memungkinkan,” terang dia.

Ditanya bagaimana respon calon jemaah setelah adanya pembatalan umroh, dirinya belum bisa memastikan. “Namun, kondisi ini tentu menjadi situasi yang berat, mengingat ibadah umrah telah direncanakan sejak jauh hari,” pungkasnya.

Editorial Team