Surabaya, IDN Times - Kodam V/Brawijaya menyatakan siap menjalankan instruksi peningkatan status kesiapsiagaan menyusul terbitnya telegram Panglima TNI terkait penetapan Siaga I. Instruksi tersebut tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang ditandatangani Asisten Operasi Panglima TNI, Letnan Jenderal Bobby Rinal Makmun, pada Sabtu (7/3/2026).
Perintah tersebut merupakan respons pemerintah terhadap meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Pejabat Sementara (Pjs) Kapendam V/Brawijaya, Letkol CZI Yudo Aji Susanto, mengatakan pihaknya sebagai satuan di bawah komando TNI akan mengikuti setiap kebijakan yang telah ditetapkan oleh pimpinan.
“Pada intinya kami Kodam V/Brawijaya sebagai satuan bawah tetap selaras dengan kebijakan komando atas, tentunya dengan mempertimbangkan situasi dan wilayah serta selalu memonitor perkembangan situasi dan mengikuti arahan komando atas,” ujarnya kepada IDN Times, Senin (9/3/2026).
Pria yang juga Wakapendam V/Brawijaya ini menegaskan, jajaran Kodam V/Brawijaya akan terus memantau perkembangan situasi keamanan di wilayahnya sekaligus memastikan kesiapsiagaan prajurit tetap terjaga.
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memerintahkan seluruh jajaran TNI meningkatkan kesiapsiagaan menjadi Siaga I sebagai langkah antisipatif terhadap dampak konflik global.
Dalam instruksi tersebut, TNI diminta meningkatkan pengamanan di berbagai fasilitas vital nasional seperti bandara, pelabuhan, stasiun, hingga fasilitas energi. Infrastruktur tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.
Selain itu, patroli keamanan di pusat-pusat aktivitas publik juga diperintahkan untuk ditingkatkan guna mencegah potensi gangguan keamanan di dalam negeri.
TNI juga memperkuat sistem deteksi dini, termasuk melalui pemantauan wilayah udara secara intensif oleh Komando Pertahanan Udara Nasional selama 24 jam. Dengan instruksi tersebut, seluruh satuan TNI di berbagai wilayah, termasuk Kodam V/Brawijaya, diminta meningkatkan kesiapan operasional sambil terus memantau perkembangan situasi internasional.
