ilustrasi haji (pexels.com/Muhammad Khawar Nazir)
Mbah Imam bilang, kalau ia pertama kali mendaftar haji pada tahun 2018, ketika itu usianya menginjak 94 tahun. “Sebenarnya keinginan berhaji sudah ada sejak lama. Namun karena keterbatasan keuangan, pada tahun 2018 itu saya baru bisa mendaftar,” kenangnya.
Ketika itu, Mbah Imam mendaftar dengan uang tabungan yang ia miliki, akan tetapi itupun belum mencukupi. “Alhamdulillah saya dibantu anak saya sehingga bisa mendaftar haji,” tuturnya.
Mbah Imam sejatinya ia mendapat panggilan berangkat haji pada 2020. Namun karena virus SARS CoV-2 merebak, keberangkatannya ditunda. “Saat itu saya mendapat kuota prioritas lansia sehingga cepat mendapat panggilan haji, namun ternyata tidak jadi berangkat karena ada pandemi COVID-19,” jelasnya.
“Setelah tertunda 4 tahun, Alhamdulillah saya tahun ini bisa berangkat bersama anak saya,” imbuhnya penuh rasa syukur.