Mojokerto, IDN Times - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa membeli sapi jenis Belgian Blue untuk kurban Idul Adha 1447 H/2026. Keputusan itu diambil saat meninjau ketersediaan hewan kurban di peternakan Berkah Wafa Farm, Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.
Dalam kunjungan tersebut, Khofifah mengaku tertarik dengan sapi Belgian Blue yang dikenal memiliki postur besar dan massa otot dominan. Ia menyebut ketertarikan itu sudah muncul sejak lama, bahkan sejak pertama kali mengenal jenis sapi tersebut melalui perwakilan Indonesia di Eropa.
“Saya Insyaallah akan ambil sapi Belgian Blue untuk kurban tahun ini. Ini memang sudah jadi keinginan lama,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).
Sapi Belgian Blue dikenal sebagai salah satu jenis sapi unggul dengan karakter double muscle atau otot ganda, terutama di bagian paha, punggung, dan bahu. Dengan teknologi peternakan modern seperti inseminasi buatan dan transfer embrio, sapi ini kini sudah bisa dikembangkan di dalam negeri, termasuk di Jatim. Bobotnya bahkan bisa mencapai lebih dari satu ton.
Selain membeli sapi, Khofifah juga memastikan bahwa ketersediaan hewan kurban di Jatim dalam kondisi aman dan mencukupi. Ia menegaskan, seluruh ternak yang disiapkan telah memenuhi standar kesehatan dan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Jawa Timur dalam kondisi surplus untuk sapi, kambing, dan domba. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir untuk berkurban,” katanya.
Berdasarkan data, populasi sapi potong di Kabupaten Mojokerto mencapai puluhan ribu ekor, ditambah dengan ketersediaan kambing, domba, dan kerbau. Kondisi ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan kurban, baik di dalam maupun luar Jatim.
Khofifah juga menyebut peluang ekspor ternak asal Jatim terbuka lebar. Ia bahkan menawarkan pasokan daging ke Arab Saudi, dengan catatan harus memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
“Market kita besar, tidak hanya dalam negeri tapi juga luar negeri. Ini menjadi peluang sekaligus harapan baru bagi para peternak,” ungkapnya. Ia memastikan pemerintah terus melakukan pengawasan agar hewan kurban yang beredar sehat, layak, dan sesuai syariat.
